Madiun (beritajatim.com) – Mahasiswa KKN-T BKKBN Universitas PGRI Madiun Kelompok 3 menggelar penyuluhan dan pelatihan sanitasi sehat dengan fokus pada pembuatan pupuk kompos dari limbah rumah tangga. Sebanyak 35 ibu-ibu Dusun Mojorayung antusias mengikuti pelatihan ini.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah organik,” ujar penanggung jawab penyuluhan, Alinda Nur Rohmah di Desa Mojorayung, Selasa (13/8/2024).
Narasumber sekaligus dosen Dosen Pendamping Lapangan, Nurul Kusuma Dewi menyebut limbah sisa rumah tangga bermanfaat sebagai pupuk kompos yang dapat menyuburkan tanaman
Nurul menekankan, dengan berkurangnya limbah organik yang tidak diolah, lingkungan menjadi lebih bersih, yang dapat mengurangi risiko penyakit yang disebabkan oleh sampah.
“Pembuatan pupuk kompos dapat dilakukan secara mandiri dengan compos bag dan pot tanah liat bekas,” tambah Nurul.
Pelatihan ini juga membahas dampak positif kompos terhadap kualitas tanah dan lingkungan. Sehingga, lanjut dia, diharapkan, warga dapat memanfaatkan limbah rumah tangga sebagai pupuk kompos yang bermanfaat bagi tanaman dan lingkungan.
Siti, warga RT 4 Dusun Mojorayung, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas pelatihan yang diinisiasi oleh Mahasiswa KKN-T BKKBN Universitas PGRI Madiun Kelompok 3 ini.
“Sangat bermanfaat bagi ibu-ibu seperti saya untuk mengelola limbah rumah tangga menjadi bermanfaat,” ujarnya.
Pelatihan ini juga memberikan panduan praktis. “Pembuatan pupuk kompos dapat dilakukan secara mandiri dengan compost bag dan pot tanah liat bekas,” tambah Ibu Nurul.
Alinda Nur Rohmah, Penanggung Jawab kegiatan, berharap pelatihan ini dapat memberikan dampak berkelanjutan. “Semoga kegiatan yang dilakukan dapat bermanfaat untuk ibu-ibu ke depannya dan dapat diterapkan di rumah masing-masing untuk pemanfaatan tanaman,” harapnya. [asg/ian]






