Surabaya (beritajatim.com) – ‘Period. End of Sentence’ merupakan film pendek yang cukup kontroversial. Film ini megnangkat tema yang menurut banyak orang dfianggap menjijikkan dan kurang nyaman. Namun, siapa sangka mereka mendapatkan pencapaian menarik dalam gelaran Academy Awards 2019.
Awalnya, film ini dirilis pada 5 April 2018 yang mengangkat isu perempuan dan kesetaraan gender. Karya dari sutradara Rayka Zehtabchi, ini dibuat untuk menyuarakan perasaan perempuan melalui filmnya sebagai bentuk upaya perlawanan bias gender.
Ada laporan dari The Hollywood Reporter jika salah satu anggota penyelenggara Academy Award 2019 memang mengakui jika film yang tayang di Netflix ini cukup baik. Tapi, ada yang mengatakan bahwa beberapa rekan menganggap jika Period End of Sentence merupakan film pendek yang sangat menjijikkan. Pasalnya, mereka mengangkat isu yang dianggap menjijikkan sehingga terasa kurang nyaman.
Ketika Period. End of Sentence dinyatakan sebagai pemenang piala Oscar kategori Best Documentary Short. Disini Rayka Zehtabchi ditemani produser film ‘Period. End of Sentence, Melissa Berton merasa bangga dan terharu sehingga tak kuasa menahan air mata saat menerima Piala Oscar.
Dia mengatakan bahwa tidak menyangka jika film tentang menstruasi mampu memenangi Piala Oscar. Film ‘Period. End of Sentence’ diberi penghargaan sebagai Best Documentary Short. Tentu saja, hal ini menjadi sebuah pembuktian Rayka Zehtabchi sebagai sutradara yang mampu mengangkat suara perempuan di level baru, yaitu level Oscar.
Sekilas cerita tentang Film ‘Period. End of Sentence’ mengangkat perjalanan perempuan di Hapur, sebuah desa di luar New Delhi, India. Dia melakukan perlawanan ketahuan mengenai menstruasi di India.
Disana mereka harus bekerja di malam hari dan membuat pembalut lantaran karena merasa malu jika bekerja di siang hari. Pasalnya, mereka/perempuan yang menstruasi di India dianggap kotor. Tidak jarang menganggap menstruasi sebagai aib yang memalukan.
Maka dari itu, stigma negatif ini justru menghalangi para gadis dan perempuan untuk mengenyam pendidikan. Hal ini dikarenakan jika mereka tengah mengalami menstruasi, maka pendidikan mereka berakhir. Bukan hanya itu, pada saat masa menstruasi mereka tidak diperkenankan masuk kuil dan mendapatkan produk kebersihan dasar saat menstruasi. [prd/tur]






