Jombang (beritajatim.com) – Seorang difabel asal Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang, Sugiati (37), tak bisa menyembunyikan raut gembira di wajahnya. Antara percaya dan tidak. Dia bisa bertemu secara langsung dengan Cawapres Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Sabtu (6/1/2024).
Bahkan Sugiati bisa berjabat tangan dengan Cak Imin. Sangat erat. Sugiati adalah penyandang disabilitas. Dia memiliki keterbatasan fisik. Untuk bergeser dari satu tempat ke tempat lainnya, Sugiati harus merangkak. Dia hidup dari belas kasihan orang lain.
Siang bergerak ke arah sore. Sugiati sedang melintas di kawasan Pasar Legi Jombang. Wajahnya berbalut kerudung warna kuning. Sedankan di bahunya melingkas tas selempang. Sugiati kaget, karena di jalanan pasar warga menyemut. Bahkan hampir memenuhi jalan.
Dia tidak tahu bahwa saat dirinya melintas, Cawapres nomor urut 1 tersebut sedang blusukan menyapa pedagang. Cak Imin sedang berdialog dengan pedagang sate. Karena penasaran, Sugiati menghentikan langkahnya. Dia mendekati kerumunan.
Namun karena keterbatasan fisik, ibu satu anak ini kesulitan. Beruntung, Kapten Tim Provinsi AMIN (Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar) Thoriqul Haq mengetahui perjuangan wanita berjilbab tersebut. Thoriq pun mengajak ngobrol dan berjanji mempertemukan Sugiati dengan Cak Imin.
Difabel ini menunggu beberapa saat, karena massa masih menyemut untuk mendapatkan pembagian sate dari Ketua Umum PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) itu. Ketika situasi longgar, Cak Imin langsung menghampiri ibu asal Kecamatan Peterongan ini.
Sebungkus Sate dan Uang

Cak Imin berjongkok, lalu menjabat tangan Sugiati. Lalu menyerahkan bungkusan berisi sate. Pria asal Pondok Denanyar Jombang ini juga meminta doa dari Sugiati. Adegan selanjutnya, Sugiati menangkupkan tanganm sebagai ucapan terima kasih. Cak Imin lalu mengangkat jari telunjuk sebagai simbol angka 1.
Bukan hanya itu, istri Cak Imin yang ikut mendampingi juga menyerahkan uang kepada Sugiati. Tak ketinggalan pula cucu Cak Imin, ikut menjabat tangan Sugiati. “Matur suwun nggih (terima kasih),” kata Sugiati sebelum Cak Imin berpamitan.
Sugiati tersenyum simpul ketika ditanya pertemuannya dengan tokoh nasional itu. Dia seperti mimpi. “Tidak pernah menyangka bisa bertemua dengan beliau (Cak Imin). Ini seperti mimpi. Sangat senang,” kata Sugiati.
Selama ini, kata Sugiati, dia mengetahui Cak Imin hanya lewat televisi dan gambar-gambar di tepi jalan. Dia tidak pernah membayangkan bisa bertemu secara langsung. “Ini dikasih sate sama uang. Nanti saya berikan ke anak saya,” kata Sugiati mengulum senyum. [suf]






