Surabaya (beritajatim.com) – Setiap orang tentu pernah mengalami kehilangan barang dan kemudian hanya bisa ikhlas. Karena mungkin saja barang tersebut telah ditemukan orang lain dan tidak akan pernah kembali pada kita.
Tetapi, seorang wanita Pakistan mengalami kisah begitu mengharukan. Dia menemukan kembali tasnya yang sudah tiga tahun hilang saat berada di bandara.
Dikutip dari Indiatimes.com, seorang wanita bernama Khadija M, dari Lahore membagikan kisahnya di utas Twitter. Dia mulai dengan menyebutkan cerita saat kehilangan tas laptopnya di Bandara Islamabad setelah penerbangan yang melelahkan pada 2018.
“Itu berisi iPad, kindle, dan hard disk saya. Hard disk itu memiliki semua cadangan kontak ponsel saya. Saya hancur tapi saya bisa mengatasinya,” katanya.
Setelah tiga tahun, tepatnya pada 2021 ketika Khadijah benar-benar melupakan kejadian itu dan membeli Kindle dan tablet baru, dia menerima telepon dari pemilik toko ponsel di Jhelum. Pemilik toko itu mengatakan dia memiliki barang-barang milik Khadija.
Awalnya, Khadija tidak mengerti apa yang coba dikatakan pria itu. Tetapi kemudian dia ingat tasnya yang hilang.
“Dia mengirimi saya gambar isi tas dan tentu saja, itu adalah barang-barang saya. Persis bagaimana saya meninggalkannya di dalam tas. Termasuk kacamata hitam saya dan buku catatan dengan coretan saya di dalamnya,” tulis Khadija.
Ternyata pemilik ponsel mengetahui seseorang yang mencoba menjual gadget kepadanya bukanlah pemilik sebenarnya. Melainkan pencuri yang mengambil tas itu dari bandara.
Pemilik toko ponsel memutuskan untuk menyimpan tas. Pengusaha elektronik itu memeriksa hard disk milik Khadija lalu menghubunginya.
“Folder cadangan saya memiliki tangkapan layar acak dari percakapan antara saya dan teman sekamar saya. Nomornya ditampilkan di bagian atas sehingga dia menghubunginya untuk mendapatkan info kontak saya,” tulis dia.
Kakaknya pergi jauh-jauh ke Jhelum untuk mengambil barang-barangnya dan berterima kasih kepada pemilik toko ponsel yang tinggal di sebuah desa kecil. Khadijah mengatakan toko ponsel itu cukup kecil, tetapi tetap saja, dia melakukan segalanya untuk mengembalikan barang-barangnya.
“Saya kagum dengan kejujuran dan integritas pria itu, tetapi juga betapa anehnya seluruh situasi ini. Saya tidak pernah berpikir saya akan mendapatkan barang itu kembali di negara ini. Tetapi hal-hal baik terjadi di semua tempat yang tidak terduga. Dan saya isi hidup ini dengan peristiwa-peristiwa yang bermanfaat,” tutupnya. [adg/beq]






