Kediri (beritajatim.com) – Setiap manusia yang lahir pasti memiliki kemampuan yang berbeda- beda. Namun, semua itu dapat berkembang maupun tidak tergantung individu masing- masing.
Seperti halnya, dengan Titik Mutiani atau yang lebih dikenal Titik. Pengrajin tas anyaman asal Kediri yang kini mengubah keahliannya sebagai ladang penghasilan.
Titik merupakan seorang ibu rumah tangga sekaligus guru di salah satu SD Negeri di Kediri. Berkediaman di Desa Maduretno, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri.
Titik hidup bersama orang tua dan adiknya. Kondisi ekonomi yang kurang stabil membuat Ia harus memutar otak untuk biaya sekolah adiknya. Hal tersebut membuatnya bertekad untuk merintis sebuah usaha.
Bermula dari melihat berita pengusaha negeri yang sukses berjualan produk kerajinan tangan di media sosial, Titik mendapatkan ide cemerlang. Ia yang memang memiliki basis dalam membuat aneka produk kerajinan merasa tertantang untuk mempelajari pembuatan anyaman dari tali jali.
Seiring dengan minat masyarakat yang cukup tinggi terhadap produk kerajinan tangan, Titik melihat peluang untuk usaha anyaman tas dari tali jali yang diminati karena bahannya yang awet dan berwarna warni.
Selanjutnya, Ia mulai belajar mengasah keahlian membuat anyaman tersebut secara mandiri, yaitu melalui media sosial. Dengan inisiatif dan keinginannya, wanita berusia 35 tahun mulai belajar dalam waktu kurang dari satu bulan.
Baca Juga : Kisah Inspiratif Putri Ariani: Gadis Tunanetra Curi Hati Amerika di AGT 2023
Setelah beberapa kali mencoba membuat produk, akhirnya berani menerima pesanan tas dari bahan tali jali. Keunggulan tas dari Titik adalah bentuk dan ukuran tas jali yang dapat disesuaikan keinginan customer.
“Rasanya harus sabar menjalani proses ini sambil belajar sedikit demi sedikit. Belajar mulai dari cari bahan yang bagus dan berkualitas, membuat kisaran harga, hingga cara memasarkan produk,” ungkapnya.
Usahanya untuk terus berkembang semakin gigih, ia juga mulai berkenalan dengan para pengrajin lain untuk belajar tentang usaha dengan jenis serupa. Selain tali jali, Titik juga bisa membuat produk kerajinan dari tali kur, benang wol dan produk hiasan dinding, seperti macrame.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan masyarakat, Titik membuka pelatihan keahlian membuat anyaman bagi masyarakat sekitar.
Seperti saat ini, Ia menjadi sosok mentor warga sekitar untuk belajar membuat aneka tas kerajinan tangan. Biasanya, Ia memberikan materi sekaligus pratik membuat kerajinan tangan kepada ibu- ibu PKK di sekitarnya.
Kabar mengenai semangat dan kegigihan Titik terdengar sampai ke LMI sehingga LMI berinisiatif memberikan dukungan penuh pada Titik untuk meluaskan jaringan dan marketing produknya. Ini merupakan salah satu bentuk dukungan serta apresiasi LMI terhadap para pengrajin untuk terus berkarya.
Dukungan tersebut berupa sarana dan prasarana dalam pembuatan tas kerajinan. Selain itu, LMI juga membantu Titik dalam pemasaran melalui jaringan donatur dan media sosial.
Sementara itu, Titik mengucapkan rasa syukur dan berterima kasih atas dukungan yang berikan LMI kepadanya. Ia akan terus berusaha memaksimalkan dukungan tersebut supaya usahanya lebih berkembang kedepan.
“Saya bersyukur atas dukungan yang diberikan LMI. Ini menjadi amanah bagi saya untuk berusaha lebih giat lagi. Semoga LMI dapat menebarkan manfaat seluas- luasnya,” pungkasnya. [nm/ted]






