Malang (beritajatim.com) – Chikita Faraya Devril tinggal cukup jauh dari gemerlap kota, ia tinggal di wilayah yang bisa dikatakan cukup pelosok. Meski begitu, Chikita, sapaannya punya geliat akademik yang layak diacungi jempol dan patut ditiru.
Perempuan yang belum genap 14 tahun ini berasal dari Dusun Krajan, Desa Sumbermanjingkulon, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang. Ia sukses bersaing dengan ribuan siswa seluruh Indonesia untuk meraih predikat Bintang Sobat SMP Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Bintang Sobat SMP adalah program yang menjaring siswa jenjang SMP yang berjiwa Profil Pelajar Pancasila dan bisa menjadi role model teman sebaya sebagai ekosistem pendukung untuk memberi informasi relevan dan bermanfaat bagi peserta didik di Indonesia. Kemendikbudristek hanya memilih 1 peserta didik dari setiap kabupaten/kota yang menjadi Bintang Sobat SMP di daerahnya.
Dalam proses, Chikita menceritakan bahwa ia telah melalui tahapan yang panjang hingga ditetapkan sebagai Bintang Sobat SMP Kabupaten Malang. Ada 4 tahapan yang dilalui dalam kompetisi tersebut.
“Pertama saya diminta untuk membuat video kreatif tentang identitas diri. Saya juga diminta untuk Membuat video kreatif tentang materi pilihan. Dalam hal ini saya memilih materi Gerakan Sekolah Sehat,” ucap siswi SMP Negeri 1 Pagak ini.
Selanjut, Chikita harus melengkapi administrasi yang didalamnya memuat prestasi, kemudian wawancara tentang materi Gerakan Sekolah Sehat dan materi Profil Pelajar Pancasila oleh profesional. Ia mengakui, persaingan dalam kompetisi ini sangat ketat.
“Ada sebanyak 1.552 peserta yang ingin mendapatkan prestasi ini. Persaingan ini tidak mudah, karena setiap peserta memiliki skill dan motivasi yang berbeda-beda. Mereka berusaha keras untuk meraih prestasi ini,” jelas wanita kelahiran 16 September 2010.
Dia pun membagikan tips sampai bisa berhasil menjadi perwakilan dari Kabupaten Malang. Selain berdoa dan meminta restu orang tua maupun guru, Chikita juga belajar secara efektif. Ia mengatur waktu dengan baik dengan tekad berprestasi sebagai pondasinya.
Chikita sangat bersyukur atas prestasi yang diperoleh ini. Menurutnya, support dari keluarga, sekolah, hingga teman menjadi sebuah dorongan besar baginya untuk bisa menunjukkan yang terbaik kepada dunia.
“Saya sangat berkesan ketika saya mendapat dukungan dari teman, guru, dan kepala sekolah, termasuk dukungan dari keluarga,” katanya menutup.

Orangtua Chikita, Itha Aning Wahyunie, mengaku bangga dengan anaknya. Meskisekolah di daerah, ia berhasil menunjukkan bahwa meski berada di daerah, hal itu tak menjadi hambatan untuk berprestasi.
“Kami harap ajang prestasi seperti ini mendapatkan perhatian khusus oleh Pemerintah Daerah, agar anak-anak yang berada di sekolah pinggiran mempunyai percaya diri yang tinggi untuk bersaing di tingkat Nasional,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Pagak, Muh Sholeh Mawardi menyatakan rasa bangga terhadap capaian muridnya ini. Ia mengaku, sekolah selalu berusaha memberikan dukungan penuh terhadap muridnya yang ingin mengembangkan diri.
“Kami selalu memberikan dukungan terhadap peserta didik, termasuk salah satunya kepada Chikita dalam meraih prestasi,” kata dia.
Guru pembimbing Chikita, Danu Susanto mengaku, muridnya yang satu ini memang punya potensi besar. Bahkan Chikita diakuinya punya potensi berbagai bidang.
“Dari awal saya ketemu anak ini saya sudah melirik dia karena potensi yang dia miliki. Atas prestasinya ini, saya sampaikan selamat, Chikita layak mendapatkan itu. Saya harap dia tetap rendah hati dan raih prestasi lainnya,” tutur Danu Susanto. [dan/buut]






