RINGKASAN BERITA:
- Fase kedatangan gelombang II haji 2026 resmi dimulai besok, Kamis, 7 Mei 2026 via Bandara Jeddah.
- Kloter SOC 44 asal Solo dijadwalkan menjadi rombongan perdana yang tiba di Makkah pukul 09.55 WAS.
- Sebanyak 15 kelompok terbang (kloter) dijadwalkan mengisi hari pertama kedatangan gelombang kedua.
- Petugas Daker Makkah bersiaga 24 jam dengan bantuan personel tambahan dari Madinah dan Bandara.
Makkah (beritajatim.com) – Daerah Kerja (Daker) Makkah resmi memulai penerimaan jemaah haji Indonesia gelombang kedua pada Kamis, 7 Mei 2026 besok. Kelompok terbang (kloter) SOC 44 asal Solo dijadwalkan menjadi rombongan perdana yang mendarat di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, sebelum langsung diberangkatkan menuju Kota Suci Makkah.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, pergerakan jemaah gelombang kedua ini menandai fase krusial operasional haji 1447 H.
Berbeda dengan gelombang pertama yang mendarat di Madinah, seluruh jemaah gelombang kedua akan menempuh jalur udara langsung menuju Jeddah dan diwajibkan telah mengenakan kain ihram sejak dari embarkasi di tanah air.
Kepala Daker Makkah PPIH Arab Saudi 2026, Ihsan Faisal, menjelaskan bahwa sesuai jadwal, kloter SOC 44 diperkirakan tiba di pemondokan Makkah pada pukul 09.55 Waktu Arab Saudi (WAS).
“InsyaAllah kita akan menerima kloter pertama dari gelombang kedua ini yaitu dari kloter SOC 44 dari Solo. Total ada 15 kloter yang akan kami terima di hari pertama gelombang kedua,” jelas Ihsan di Makkah, Rabu (6/5/2026).
Update Kedatangan Gelombang Pertama
Sembari menyiapkan penyambutan gelombang kedua, Daker Makkah terus menuntaskan proses pergeseran jemaah gelombang pertama dari Madinah. Hingga hari ini, tercatat sebanyak 110 kloter dengan total jemaah mencapai 42.000 lebih telah berada di Makkah. Angka tersebut setara dengan 45 persen dari total jemaah gelombang pertama yang bergerak secara bertahap sejak 30 April lalu.
Ihsan menegaskan bahwa pola penerimaan jemaah kini akan berubah menjadi lebih dinamis. Jika pada gelombang pertama kedatangan jemaah dapat diestimasi antara siang hingga tengah malam, maka pada gelombang kedua jadwal kedatangan akan berlangsung selama 24 jam penuh tanpa jeda tetap.
“Nanti ketika gelombang kedua sudah mulai datang ke Makkah, itu tidak ada jadwal yang tetap. Artinya bisa datang pagi hari, siang, sore, malam. Petugas akan full 24 jam menerima kedatangan para jemaah, baik dari Madinah maupun dari Jeddah,” tuturnya.
SOP Istirahat dan Kesiapan Petugas BKO
Kemenhaj tetap memprioritaskan faktor kesehatan dengan mewajibkan jemaah untuk beristirahat setelah check-in di hotel sebelum melaksanakan umrah wajib.
Mengingat perjalanan dari Indonesia ke Jeddah memakan waktu sekitar 9 jam ditambah 2-3 jam perjalanan darat ke Makkah, kebugaran fisik jemaah menjadi fokus utama petugas bimbingan ibadah dan kesehatan.
Terkait kesiapan personel, Makkah kini diposisikan sebagai episentrum pelayanan haji. Ratusan petugas dari Daker Madinah dan Daker Bandara yang telah menyelesaikan tugas di wilayah masing-masing akan segera digeser ke Makkah dalam status BKO (Diperbantukan).
Personel tambahan ini akan difokuskan untuk memperkuat manajemen pelayanan di titik-titik kepadatan tinggi, terutama di area Masjidil Haram yang diprediksi akan semakin padat seiring bertemunya jemaah dari kedua gelombang pendaratan.
“Seluruh petugas sudah siap, pengalaman di gelombang pertama menjadi modal berharga bagi kami untuk menyukseskan gelombang kedua ini,” pungkas Ihsan. [ian/MCH]






