Malang (beritajatim.com) – Komitmen Gubernur Jawa Timur, Hj. Khofifah Indar Parawansa, dalam membangun sumber daya manusia pesantren kembali mendapat apresiasi nasional. Pada Apel Hari Santri Provinsi Jawa Timur di Pondok Pesantren An-Nur II Bululawang, Malang, Rabu (22/10/2025), Khofifah menerima Penghargaan Pesantren Award 2025 dari Kementerian Agama RI dalam kategori Gubernur Peduli Pesantren.
Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Abd. Halim Soebahar, M.A., menyebut penghargaan ini sebagai bentuk pengakuan atas konsistensi Khofifah dalam menyiapkan Generasi Emas Jawa Timur yang unggul, berdaya saing global, dan berkarakter mulia menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam kesempatan itu, Prof. Halim menjelaskan bahwa Jawa Timur menjadi provinsi pertama di Indonesia yang memiliki regulasi khusus untuk pengembangan pesantren, yaitu Perda Nomor 3 Tahun 2022 tentang Fasilitasi Pengembangan Pesantren, yang diperkuat dengan Pergub Nomor 3 Tahun 2023 sebagai aturan pelaksanaannya.
Sejak 2019, di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah, Pemprov Jatim telah menjalin kemitraan dengan 138 perguruan tinggi, terdiri atas 11 UIN, 104 PTKIS, 22 Ma’had Aly, dan Universitas Al-Azhar Kairo sebagai mitra program beasiswa.
Program beasiswa tersebut telah menjangkau 6.876 kader pesantren dan diniyah di berbagai jenjang pendidikan:
PTKI: S1 (3.650), S2 (1.580), S3 (170)
Ma’had Aly: M1 (1.130), M2 (45)
Universitas Al-Azhar: S1 (123), S2 (30), PKU (38)
Hingga Agustus 2025, sebanyak 4.168 penerima beasiswa telah lulus dan berkontribusi sebagai sarjana, magister, dan doktor. Sementara 2.708 santri lainnya masih aktif menempuh studi di berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
Prof. Halim menambahkan, sejumlah program unggulan seperti Beasiswa Santri Hebat ke Al-Azhar Mesir (sejak 2021), Beasiswa S2 (2019), Beasiswa S3 (2022), serta Beasiswa Ma’had Aly M1 (2019) dan M2 (2024) merupakan inisiatif era Gubernur Khofifah Indar Parawansa.
Seluruh program tersebut mendapat dukungan penuh dari Sekda, Kabiro Kesra, serta OPD terkait di lingkungan Pemprov Jawa Timur.
Melihat keberhasilan program sebelumnya, Pemprov Jatim kini tengah menyiapkan beasiswa khusus bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) bagi santri, sebagai langkah strategis menghadapi tantangan global sekaligus memperluas kiprah santri dalam bidang sains dan teknologi.
“Gubernur Khofifah telah menyiapkan pondasi kokoh agar santri tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tapi juga tangguh menghadapi tantangan dunia modern. Inilah wujud nyata komitmen menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Prof. Halim. [kun]






