Surabaya (beritajatim.com) – Keuskupan Surabaya menggelar Expo Eco Pastoral di Gereja Roh Kudus, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Surabaya, Minggu (26/11/2023). Acara ini dikemas dengan menggelar kebaktian Misa Kudus, lalu pameran bazar hasil pertanian dari Kongregasi (perkumpulan frater dan suster) di lingkungan Keuskupan Surabaya untuk memperingati Hari Pangan Sedunia 2023.
Skolastikus Agus Wibowo menjelaskan bahwa acara Expo Eco Pastoral digelar untuk memperingati hari pangan sedunia. Hal ini dilakukan mengingat ketahanan pangan di Indonesia yang belum stabil akibat perubahan iklim.
Ia pun mengajak umatnya untuk kembali mengamalkan ajaran sosial dari agama Katolik. Dengan bergerak nyata seperti memberikan akses pangan dan membantu orang yang kekurangan, tidak makan berlebih sehingga membuang makanan.
BACA JUGA:Mas Dhito: Beritahu Jika Ada Satwa Burung Butuh Treatment
“Para petani itu harus diperhatikan. Jangan rusak lahan mereka dengan terus membangun banyak properti,” kata Agus Wibowo.
Agus Wibowo menegaskan bahwa semua orang seharusnya bisa merasakan merdeka dalam pangan. Namun, tidak semua orang bisa mengakses makanan. Ia memberikan contoh, banyak desa di Jawa Timur yang tanahnya tidak bisa ditanami padi. Mereka pun terpaksa harus mendatangkan beras dari daerah lain. Belum lagi adanya krisis iklim yang membuat masyarakat semakin sulit memperoleh pangan.
“Harus ada kreativitas pangan lokal. Memang tidak mudah karena kita terbiasa makan nasi. Jadi butuh perjuangan untuk mengedukasi masyarakat bahwa pangan kita itu banyak,” imbuh Agus Wibowo.
Ia pun berharap agar pemerintah terutama Kepala Daerah agar terus berkolaborasi dengan stakeholder terkait untuk memperjuangkan ketahanan pangan yang berujung pada swasembada pangan yang membuat negara semakin kuat dan berdaulat.
“Gereja akan mendampingi untuk terus merawat dari hulu ke hilir agar terwujud swasembada pangan di masa depan,” tegasnya.
Acara Misa Kudus dalam peringatan Hari Pangan Sedunia ini diikuti hampir 1000 umat dari Jawa Timur-Jawa Tengah. Selain itu, tersedia 12 stan dari Konggreasi yang menjual barang-barang dari ladangnya sendiri. (Ang/Aje)






