Surabaya (beritajatim.com) – Cendekiawan sekaligus Ketua Dewan Pers, Azyumardi Azra wafat dengan meninggalkan banyak sekali catatan harum. Kepergiannya membuat banyak pihak terkaget.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Yahya Cholil Staquf, merasakan betul kekagetan itu. Sebab, banyak pihak menyaksikan Azyumardi dalam kondisi sangat bugar sebelum meninggal di Malaysia.
“Kabar ini mengagetkan kita semua karena sebelum wafat, beliau sehat bugar dan masih menjalankan tugas-tugas sebagai cendekiawan publik dan akademisi. Kepergiannya ke Kuala Lumpur pun untuk menjadi narasumber di sebuah seminar keislaman,” kata Yahya.
Yahya mengaku mengenal Azyumardi di banyak seminar baik nasional maupun internasional. Dari sanalah, dia menyelami pemikiran-pemikiran Azyumardi yang begitu berharga untuk umat.
“Dari perjumpaan seperti itu, saya sangat merasakan bahwa Prof. Azra memiliki girah kebersamaan dalam konteks kebangsaan atau kultur kesantrian NU dan Muhammadiyah,” terang Yahya.
Yahya mengenang bagaimana di banyak kesempatan, Azyumardi selalu mengatakan NU dan Muhammadiyah merupakan pilar keislaman yang menjadi penopang kehidupan kebangsaan Indonesia. Dua ormas Islam terbesar di Indonesia ini selalu mengedepankan nilai-nilai kebangsaan dan semangat cinta Tanah Air.
“Modalnya jelas: Islam tawasut, moderat, rahmatan lil ‘alamin, dan berkeadilan ada dalam Pancasila. Ini semua tidak bertentangan dengan Islam,” ujar Yahya menukil pernyataan Azyumardi.
[berita-terkait number=”3″ tag=”azyumardi-azra-wafat”]
Sementara di kalangan Islam tradisionalis, terang Yahya, sumbangan Azyumardi sangatlah besar. Disertasinya yang memaparkan jaringan ulama Timur Tengah dan peran mereka mensyiarkan Islam di Kepulauan Nusantara di abad ke-17 dan ke-18 menjadi salah satu rujukan penting bagi tumbuh dan berkembangnya wacana Islam Nusantara.
“Beliau juga selalu hadir saat diundang NU. Terakhir, beliau menghadiri acara internal Lakpesdam PBNU pada awal September 2022,” kata dia.
Yahya menambahkan kepedulian Azyumardi terhadap dunia Islam dirasakan betul oleh semua kalangan. Termasuk pula di kalangan NU.
“Kita semua kehilangan atas wafatnya beliau. Semoga arwahnya diterima di sisi Allah SWT,” kata Yahya. [beq]






