Jember (beritajatim.com) – Ketua Yayasan Persid Jember Sunardi memanfaatkan momentum pertemuan dengan Bupati Faida di Pendapa Wahyawibawagraha, Kabupaten Jember, Jawa Timur, untuk menjelaskan sejumlah persoalan, termasuk gonjang-ganjing terkait protes suporter.
“Terus terang, Persid ini dengan saya sebagai ketua yayasan, selalu goncangan datang, khususnya dari suporter,” kata Sunardi, saat beraudiensi dengan Bupati Faida, di Pendapa Wahyawibawagraha, Minggu (4/8/2019) pagi.
[berita-terkait number=”5″ tag=”persid”]
Selain Sunardi, hadir jajaran manajemen, pelatih, dan pemain tim berjuluk Macan Raung. Mereka memulai kompetisi Liga 3 hari ini di Banyuwangi.
Suporter mempertanyakan hak kepemilikan atas Persid. Itu semua berawal dari blangko pendaftaran yang mencantumkan nama Sunardi sebagai pemilik klub. Blangko itu akhirnya direvisi.
“Yang jelas, karena Persid ini Persatuan Sepak Bola Jember, maka seperti tahun-tahun sebelumnya, yang punya tetap bupati Jember. Saya sampaikan begitu,” kata Sunardi. Dia hanya melaksanakan pengelolaan klub sebagaimana surat keputusan penunjukan oleh pengurus. Namun ada pihak yang ingin Persid dipegang langsung oleh bupati.
“Yang kami tidak paham, setelah saya tanyakan kenapa harus bupati yang pegang, ujung-ujungnya yang diuber-uber adalah anggaran. Jadi bukan rasional yang kita laksanakan, tapi yang ditanyakan adalah anggaran, sama dengan tahun 2017,” kata Sunardi.
Faida sendiri berharap semua pihak yang merasa punya problem terkait Persid dan merasa belum terselesaikan agar menurunkan tensi. “Fokus mendukung anak-anak kita. Persid punya Jember bukan punya kelompok bagian-bagian. Apapun keadaan Persid, ini adalah Persid kita, Persidnya Jember,” katanya kepada wartawan usai pertemuan.
“Problem yang selama ini membuat polemik di Persid sedang dikaji dan pada saatnya kita akan bahas lebih lanjut. Namun kali ini kita mengajak semuanya pada pertandingan yang akan dilalui anak-anak, dan mendukung upaya anak-anak mengharumkan nama Jember,” kata Faida. [wir/kun]






