Mojokerto (beritajatim.com) – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Balongmojo, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto memberikan tips untuk memanen tanaman kelor. Petik daun tanpa merusak tunas.
Kelor adalah tanaman yang bisa tumbuh dengan cepat, berumur panjang, berbunga sepanjang tahun dan tahan kondisi panas ekstrim. Tanaman kelor dengan muda banyak dijumpai di desa yang terletak di jalur provinsi Surabaya-Madiun ini.
Karena banyaknya manfaat tanaman kelor membuat TP PKK Desa Balongmojo mempunyai program One House One Kelor. Sehingga di setiap perkarangan rumah warga dan jalan desa banyak tumbuh tanaman ini.
Ketua TP PKK Desa Balongmojo, Anik Anifah (41) mengatakan, jika untuk memanem tanaman dengan nama latin Moringa Oleifera dengan cara memilih daun yang sedang. “Jangan yang terlalu tua dan jangan yang terlalu muda,” ungkapnya, Rabu (1/2/2023).
Daun kelor yang dipetik adalah daun yang tumbuh pada tangkai cabang. Tidak semua tangkai daun bisa dipanen. Pastikan memilih tangkai yang memang sudah siap panen. Yang berada pada posisi dua tangkai dari bawah, dan tiga tangkai dari atas.
Pastikan juga memanen tangkai yang ada tunasnya. Selain mempermudah pemetikan, memilih tangkai yang ada tunasnya juga akan mencegah tanaman tumbuh lebih tinggi. Sehingga ia menyarankan tanaman kelor untuk dipangkas dengan ketinggian tertentu.
“Petik daun tanpa merusak tunas yang tumbuh di atasnya karena tunas inilah yang nantinya akan menjadi daun baru yang siap panen untuk beberapa waktu mendatang. Jadi hati-hati ketika memetik daun kelor. Jangan sampai merusak tunasnya,” ujarnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Mojokerto”]
Tunas ini akan tumbuh menjadi daun yang siap panen. Menurutnya, tanaman kelor jika sering dipanen maka daun lebih cepat tumbuh dan hijau. Namun jika tidak pernah dipanen maka daunnya banyak yang kuning.
“Kalau saya, jika tidak dipanen saya pangkas tujuannya agar semakin banyak cabang yang tumbuh. Setelah dipanen, sebelum dimasak, pisahkan daun kelor dari tangkainya sehingga yang tertinggal hanya bagian daun. Kalau orang Jawa bilang, dipluruti,” jelasnya.
Setelah dipisahkan dari tangkainya tinggal dicuci bersih dan dimasak sesuai dengan keinginan. Selain daun, ada bagian lain yang bisa turut serta dipanen. Yaitu bagian polong, ini juga bisa dimasak sayur asam. [tin/beq]







