Malang (beritajatim.com) – Ketua STIE Malangkuçeçwara, Drs. Bunyamin, MM., Ph.D., memberikan peringatan keras kepada mahasiswanya: “Jangan jadi mahasiswa kupu-kupu!” (kuliah-pulang, kuliah-pulang). Pernyataan tegas ini disampaikannya dalam acara “Talk Show Alumni: ABM Tembus BUMN”, yang menghadirkan alumni sebagai bukti nyata dari sistem pendidikan yang diterapkan kampusnya.
Menurut Drs. Bunyamin, STIE Malangkuçeçwara secara sistemik mendorong mahasiswa untuk menjadi pribadi yang aktif, berprestasi, dan siap tempur di dunia profesional. Bukan sekadar mengejar nilai akademis, kampus ini membangun ekosistem yang memaksa mahasiswa keluar dari zona nyaman.
“Kami berusaha secara sistemik agar mahasiswa tidak menjadi ‘kupu-kupu’. Tesis dan skripsi mahasiswa kita publikasikan dengan nama mereka tercantum. Ini adalah salah satu cara kami mendorong mereka,” jelas Drs. Bunyamin di Gedung H kampus yang dulunya dikenal dengan nama ABM itu, pada Rabu (20/8/2025).
Salah satu program unggulan yang menjadi bukti nyata dari visi tersebut adalah program student exchange dan magang ke Jepang yang telah berjalan lebih dari lima tahun. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman internasional, tetapi juga membuka peluang karir yang luar biasa.
“Mahasiswa kami magang di Jepang, dan setelah selesai, biasanya mereka langsung dikontrak kerja oleh perusahaan di sana. Bahkan ada yang dalam setahun bisa mendapat 90 juta rupiah, langsung bisa melunasi biaya kuliahnya,” ungkapnya.
Drs. Bunyamin menambahkan bahwa program ini mendapat respons yang sangat positif. “Salah satu owner perusahaan suplier komponen di Jepang sampai datang langsung ke kami untuk memberikan feedback positif mengenai kinerja mahasiswa kami. Ini yang terus kami dorong,” tegasnya.
Keberhasilan sistem ini juga tercermin dari prestasi mahasiswa di tingkat nasional. Drs. Bunyamin dengan bangga menyebutkan bahwa mahasiswanya aktif menjuarai berbagai kompetisi bisnis dan adaptasi, bahkan mampu bersaing dan menang melawan universitas-universitas unggulan di Indonesia.
Visi “anti kupu-kupu” inilah yang terbukti melahirkan lulusan seperti Jaddid Hayataka Nawa (Alumni 2018) yang berhasil menembus BUMN. Keaktifan Jaddid di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jurnalistik semasa kuliah menjadi bukti nyata bahwa pengalaman non-akademis sangat membentuk karakter dan soft skill yang dibutuhkan dunia kerja.
Di akhir pesannya, Drs. Bunyamin mendorong para alumni yang telah sukses untuk terus berbagi kisi-kisi kepada adik-adik tingkatnya, agar semakin banyak lulusan STIE Malangkuçeçwara yang mampu menjawab tantangan zaman dan meraih karir impian. (dan/but)






