Jember (beritajatim.com) – Partai Persatuan Pembangunan dalam sejumlah survei diprediksi tak akan lolos ambang batas parlemen dalam pemilu mendatang. Ketua DPC PPP Jember Madini Farouq mencemaskan adanya upaya untuk mengkerdilkan partai berbasis Islam.
Madini menduga ada dua faktor yang menyebabkan PPP jeblok dalam survei. Pertama, ia menduga lembaga survei hanya mengambil sampel dari masyarakat kota. “Pemilih PPP lebih banyak tinggal di pelosok-pelosok desa,” katanya, ditulis Selasa (12/12/2023).
“Kedua, kita tahu lembaga survei tidak akan melakukan survei tanpa ada yang membiayai. Jadi mungkin saja survei berdasar pesanan dari orang-orang atau kelompok-kelompok, sehingga ada upaya untuk mengkerdilkan partai Islam, termasuk PPP di dalamnya,” kata Madini.
“Jadi ini harus kita waspadai sebagai upaya untuk memarjinalkan partai Islam dari negara yang berpenduduk mayoritas muslim. Ini tentu tidak kita harapkan terjadi di Indonesia,” kata Madini.
Madini melihat ada upaya sistematis untuk memarjinalkan partai Islam. “Tapi kami tetap bersemangat dan optimistis. Insyallah, selama kami berusaha membesarkan partai Islam yang berlambang ka’bah, insyallah pertolongan Allah akan turun dan memberikan kemenangan bagi PPP, dan selalu lolos dalam pemilu dari waktu ke waktu,” katanya.
Kekuatan PPP di parlemen selama masa reformasi cenderung naik turun. Pada Pemilu 1999, PPP didukung 11.329.905 suara pemilih dan memperoleh 59 kursi di DPR RI, dengan memperhitungkan stembus accord atau penggabungan sisa suara.
Lima tahun kemudian, jumlah pemilih PPP berkurang menjadi 9.226.444 orang, namun masih bisa memiliki 58 kursi di DPR RI. Partai ini juga menembus empat besar di bawah Golkar, PDI Perjuangan, dan Partai Kebangkitan Bangsa.
Penurunan suara pemilih dan kursi kembali terjadi pada pemilu 2009. Pemilih PPP tersisa tinggal 5.544.332 orang dan berhasil menguasai 38 kursi.
Lima tahun kemudian, PPP bangkita dan mendapat dukungan 8.157.488 suara. Namun kursi parlemen di senayan hanya bertambah satu kursi menjadi 39, dan PPP lolos parliamentary threshold (PT).
Setelah sempat bangkit pada Pemilu 2014, dukungan PPP kembali berkurang pada Pemilu 2019. Mereka hanya didukung 6.323.147 suara saja dan memperoleh 19 kursi di parlemen. PPP berada di posisi juru kunci di senayan, namun masih selamat dari ambang batas parlemen.
Bagaimana dengan Pemilu 2024? Madini berkeyakinan PPP akan tetap bertahan di senayan. “Kalau soal survei yang menempatkan PPP sebagai partai yang tidak lolos parliamentary threshold, selama inu setiap menjelang pemilu PPP selalu dipandang sebelah mata. Tapi ternyata alhamdulillah PPP selalu lolos,” katanya.
Madini hanya berharap tak adsa kecurangan dalam pemilu. “Kami mengingatkan supaya dalam pelaksanaan pemilu nanti, dilaksanakan jujur dan adil tanpa ada tekanan pihak-pihak tertentu untuk memilih pasangan capres tertentu, karena itu akan merusak nilai-nilai demokrasi yang selama ini sudah dibangun,” katanya. [wir]






