Jember (beritajatim.com) – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Jember, Jawa Timur, Ayub Junaidi tersenyum saat mendengar informasi soal hasil survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI).
Hasil survei terhadap 831 orang responden pada 7-25 Maret 2023, menunjukkan elektabilitas PKB di Jember adalah 11,1 persen. Mereka diperkirakan akan memperoleh tujuh kursi di DPRD Jember. Elektabilitas ini berada di bawah Gerindra (15,01 persen), Partai Nasdem (12,08 persen), dan PDI Perjuangan (11,34 persen),.
“Kami berterima kasih terhadap survei tersebut. Di era demokrasi, setiap orang punya hak untuk melakukan survei politik di masyarakat. PKB sendiri juga sudah melakukan survei yang hasilnya untuk kepentingan internal,” kata Ayub.
Ayub tidak mau terlalu reaksioner menanggapi hasil surveri ARCI terlalu jauh. “Hasil survei ini akan menambah motivasi kader-kader dan simpatisan PKB untuk memenangi pemilu di Jember seperti Pemilu 1999,” katanya.
Menjawab pertanyaan wartawan, Jumat (8/4/2023) malam, Direktur ARCI Baihaqi Siradj menyebut PKB terpengaruh perbedaan pandangan dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. “Ketidaksinkronan antara PKB dengan Pengurus Besar NU berdampak luar biasa bagi PKB, sehingga PKB sedikit menurun dibandingkan survei-survei terdahulu,” katanya. ,
Menurut Baihaqi, sebelum terjadinya konflik antara PKB dan PBNU, kedua institusi tersebut identik. “NU adalah PKB, PKB adalah NU. Begitu ada perbedaan pandang, ini berdampak di bawah, termasuk masyarakat pemilih,” katanya.
Ayub percaya bahwa PKB dan NU masih berada dalam satu kesatuan ideologi dan arah perjuangan. Perbedaan cara pandang tidak berdampak terhadap preferensi politik warga nahdliyyin yang selama ini sudah memilih PKB. “Tapi kita lihat saja pada pemilu mendatang. Terima kasih sudah melakukan survei,” katanya. [wir]






