Mojokerto (beritajatim.com) – Di penghujung 2021, salah satu siswi SMA Negeri 1 Bangsal, Kabupaten Mojokerto berhasil masuk seleksi di Institut Pertanian Bogor (IPB). Dia adalah Ketua OSIS, Dina Maftuhatin Nasikhah. Pelajar kelas XII MIPA 2 ini masuk 10 besar Best Young Leader Future Agile Leader Program (FALP) IPB tahun 2021.
Putri pasangan Suparto dan Suciati bersama sembilan Ketua OSIS se-Indonesia ini dinobatkan sebagai 10 Best Young Leader FALP-IPB tahun 2021 digelar Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA-IPB). Pengumuman pemenang diumumkan melalui zoom meeting, Jumat (17/12/2021).
Ditemui di sekolahnya, Dina Maftuhatin Nasikhah mengatakan, seleksi FALP tersebut diselenggarakan oleh Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor. Program itu ditujukan untuk ketua organisasi baik Ketua OSIS maupun Ketua Ekskul jenjang SMA/MA/SMK Negeri dan swasta se-Indonesia. Seleksi digelar mulai tanggal 6 September hingga 17 Desember 2021.
“Seleksi diikuti 3.000 peserta dengan membuat video tentang arti kepemimpinan yang kemudian diambil 1.034 peserta lalu diseleksi lagi melalui webinar diambil 200 besar. Di 200 besar itu, mengikuti seleksi lagi dan diambil 30 besar. Sebanyak 30 peserta ini kemudian berangkat ke Bogor,” ungkapnya, Senin (27/12/2021).
Sebanyak 30 peserta tersebut berangkat ke Bogor pada akhir bulan Oktober lalu. Para peserta mendapatkan materi, bimbingan dan pematangan terkait kepemimpinan. Setelah mendapat materi, bimbingan dan pematangan terkait kepemimpinan, para peserta kembali dan diminta membuat social project inkubator.
[berita-terkait number=”4″ tag=”mahasiswa”]
“Social projects inkubator ini adalah seleksi terakhir menuju 10 besar. Di tahapan ini ada presentasi terkait sosial project yang telah dilaksanakan. Social projects inkubator yang saya buat itu program Sasisantap. Yakni kepanjangan dari Satu Siswa Satu Tanaman Produktif jadi bergerak di bidang pertanian,” jelasnya.
Ia mengambil bidang pertaniaan karena alasan urusan pangan sangat kompleksitas dan mengikuti perkembangan jaman. Selain itu, dengan pertanianlah sejatinya Indonesia bertahan hingga saat ini. Namun dengan segenap perkembangan jaman, sangat dibutuhkan inovasi dan kepedulian generasi milenial alias Gen-Z.
“Saya kembali mengikuti Leadership Camp selama 3 hari di Bogor pada tanggal 29 -31 Oktober 2021. Dari 30 peserta ini diambil 10 besar, untuk sekarang masih menunggu informasi dari panitia. Bersyukur banget bisa masuk seleksi di ITB,” tegas siswa asal Desa Ketemasdungus, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.
Sebanyak 10 siswa yang masuk dalam 10 Best Young Leader FALP HA-IPB 2021 yakni, Aisyah Pinctada P dari SMAN 1 Bogor, Anisa Nurmaharani dari MAN 2 Kudus, Dina Maftuhatin Nasikhah dari SMAN 1 Bangsal, Genta Yoga P dari SMK Migas Cepu, Kaylah Ziyadah I dari SMAIT Nur Hidayah, Kimberly Natali B dari SMAN 50 Jakarta.
Monica Dewi PK dari SMAN 2 Bekasi, Raka Azkal A dari SMA Budi Cendekia, Selvi Marlina D dari SMAN 1 Padamara dan Tania Nurrahmawati dari SMK Daarut Tauhid Bandung. FALP-IPB merupakan ajang yang digelar untuk Ketua OSIS dan Ketua Ekskul jenjang SMA/MA/SMK Negeri dan swasta se-Indonesia. [tin/suf]







