Mojokerto (beritajatim.com) – Salah satu upaya untuk mengurangi efek pemanasan global dan perubahan iklim adalah dengan memperbanyak pohon melalui kegiatan tanam-menanam. Sebanyak 1.000 bibit pohon ditanam oleh siswa SMAN 1 Kutorejo di kawasan hutan Petirtaan Jolotundo Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.
Sekitar 300 orang anggota OSIS dan anggota ekstrakurikuler SMAN 1 Kutorejo terlibat dalam penanaman pohon. Berbagai jenis bibit buah seperti, alpukat, sirsat, jambu biji dan kelengkeng ditanam sekitar sumber mata air di lereng Gunung Penanggungan. Tujuannya untuk menopang kebutuhan air warga sekitar.
[berita-terkait number=”5″ tag=”lingkungan”]
Salah satu Pelatih Extrakurikuler SMAN 1 Kutorejo, Beny Ardianto mengatakan, ‘Terus Tanam Pohon!’ menjadi seruan para pemimpin dunia dan aktivis iklim seluruh dunia yang memandang bahwa menanam pohon sebagai sebuah solusi berbagai masalah. Mulai dari perubahan iklim hingga keamanan pangan.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian dan edukasi terhadap alam sejak dini bagi siswa-siswi yang belia di SMAN 1 Kutorejo. Sehingga diharapkan nantinya generasi muda lebih peduli lingkungan khususnya di wilayah Mojokerto,” ungkapnya, Sabtu (19/2/2022).
Kegiatan tersebut akan terus dilakukan sebagai agenda rutin dan akan diadakan perawatan secara berkala. Diharapkan lebih banyak generasi muda yang sadar akan pentingnya fungsi pohon dalam kehidupan. Sehingga nantinya semakin banyak generasi muda yang tergerak untuk melakukan penanaman pohon. Minimal di tempat tinggalkannya.
Sementara itu, salah satu relawan dari Ektra Pecinta Alam, Dhea Trias Sandi Rullyanti menambahkan, kegiatan tersebut sebagai pembelajaran para siswa selaku siswa pecinta alam tentang pentingnya menanam pohon di area dekat sumber mata air. “Sahabat terbaik manusia di bumi adalah pohon,” katanya.
Karena, lanjut Dhea, dengan menanam pohon sama dengan mencintai orang lain selain dirinya sendiri. Ia pun mengajak generasi muda untuk tanam pohon minimal di lingkungan sendiri. Dhea mengingatkan, jika mahluk hidup di dunia bukan manusia saja sehingga semua harus mencintai alam karena alam akan mencintai kita.
Dalam kegiatan tersebut, selain diikuti Kepala Sekolah SMAN 1 Kutorejo beserta guru, pelatih ekstrakurikuler, siswa-siswi seluruh OSIS dan anggota ekstrakurikuler SMAN 1 Kutorejo juga diikuti Kepala Desa (Kades) Seloliman, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Seloliman, Koramil Trawas dan Pengelola Kawasan Petirtaan Jolotundo Trawas. [tin/suf]







