Jember (beritajatim.com) – Hobri, Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Kabupaten Jember, Jawa Timur, meninggal dunia dalam usia 48 tahun, Kamis (17/2/2022) malam.
Hobri adalah dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember untuk bidang matematika. Pria kelahiran Sumenep ini terpilih menjadi ketua ISNU sejak 2018 menggantikan Jani Januar.
Dia bercita-cita menjadikan ISNU sebagai lembaga yang inklusif. “ISNU harus menjadi rahmatan lil’alamin, tidak hanya bagi komunitas sarjana NU tapi juga bagi NU bahkan bangsa dan negara,” katanya, dilansir dari nu.or.id, Jumat (20/4/2018) silam.
Hingga akhir hayatnya, Hobri mendedikasikan diri untuk pendidikan. Dia dijadwalkan menjadi moderator seminar nasional bertema Peta Jalan NU Abad Kedua: Pemikiran KH Achmad Shiddiq, yang diselenggarakan Universitas Islam Negeri KH Achmad Shiddiq Jember, Senin (21/2/2022).
Salah satu narasumber seminar, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur KH Abdul Halim Subahar terkejut mendengar kabar meninggalnya Hobri. “Kamis siang (17/2/2022), masih saling berkirim pesan WhatsApp dengan saya,” katanya.
Kematian Hobri menyisakan duka bagi Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Nurul Ghufron, yang juga kolega saat mengajar di Universitas Jember. “Telah memenuhi panggilan Allah yang Maha Kasih dan Penyayang, sahabat, seperjuangan, guru dan mentor saya sesama anak Madura di perantauan, senior di organisasi yang kini sebagai dosen FKIP Unej dan Ketua PC ISNU Jember, Dr.H. Hobri yang wafat malam ini. Semoga khusnul khotimah, diampuni segala dosanya dan diterima semua amal baiknya, Mohon sambung doa dan berkenan membacakan Al Fatihah untuk almarhum,” katanya dalam pesan di akun Facebook Ghufron.
[berita-terkait number=”4″ tag=”isnu”]
Abdul Muqiet Arief, Wakil Bupati Jember 2016-2021, mengenang Hobri sebagai sosok yang baik dan akrab saat menjadi Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Jember. “Beliau orang sangat tawadu’, betapapun dia adalah seorang akademisi yg cemerlang. Sikapnya ‘santri banget’. Kalau ada tugas-tugas, ia kerjakan secara profesional sesuai kaidah keilmuan dan sangat terbuka terhadap masukan pihak lain. Saya merasa sangat kehilangan,” katanya.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan Jember Madini Farouq melihat Hobri sebagai orang baik. “Saya melihat banyak orang yang merasa kehilangan dan terkesan dengan kebaikan almarhum Pak Hobri. Jika ada orang yang wafat lalu banyak orang yang merasa kehilangan itu sudah cukup menunjukkan bahwa almarhum adalah orang baik yang dicintai banyak orang karena kebaikannya,” katanya. [wir/ted]






