Malang (beritajatim.com) – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mengatakan bahwa 2 ruangan terbakar dalam demo tolak RUU TNI di Gedung DPRD Kota Malang. Demo ini berlangsung pada Minggu (23/3/2025).
Dua ruangan yang terbakar adalah pos satpam dan gudang arsip yang berada di sisi utara Gedung DPRD Kota Malang. Kebetulan lokasi gedung berada di dekat kerumunan massa aksi.
Kebakaran sendiri diduga karena lemparan benda menyerupai bom molotov hingga ban bekas yang telah dibakar. Hingga kini DPRD Kota Malang masih melakukan identifikasi dan inventarisir dampak dari kebakaran ini.
“Kerusakan di ruang arsip dan pos satpam. Ruang arsip masih diidentifikasi apa yang bisa diselamatkan atau tidak. Nanti kami akan membuat berita acara,” ujar Amithya.
Pantauan di lokasi untuk pos satpam yang berukuruan 3×3 meter persegi hampir seisi ruangan terbakar. Tempat tidur satpam habis dilalap api, kaca pos satpam pecah dilempar demonstran. Sedangkan untuk ruangan arsip juga mengalami sebagian terbakar.
“Saat kejadian petugas jaga sudah meninggalkan lokasi. Jadi tidak ada korban jiwa tapi ruangan satpam habis terbakar. Gudang arsip juga terbakar,” ujar salah satu petugas keamanan.
Demonstran yang kecewa dengan pengesahan RUU TNI melempari sejumlah benda ke Gedung DPRD Kota Malang. Mereka merusak pos jaga Gedung DPRD Kota Malang. Tampak kaca pos penjagaan gedung DPRD Kota Malang pecah dan genteng pos diambil demonstran.
Massa aksi tidak hanya berorasi mereka juga menuliskan sejumlah kalimat kecaman pada Pemerintah Indonesia dan DPR RI atas disahkanya RUU TNI. Suara petasan terus menggema dinyalakan oleh demonstran.
Puncaknya pada pukul 18.35 dimana sebuah benda yang diduga molotov dilempar oleh demonstran ke halaman Gedung DPRD Kota Malang. Selain itu, sejumlah petasan juga diarahkan ke barikade pengamanan oleh demonstran.
Sekitar pukul 18.40 WIB petugas keamanan dari Polri dan TNI merangsek maju untuk membubarkan massa aksi. Hingga pukul 19.40 kawasan Gedung DPRD Kota Malang mulai terkendali. Massa mulai meninggalkan lokasi. Sementara beberapa demonstran diamankan oleh polisi. (luc/but)






