Malang(beritajatim.com) – Gelombang demonstrasi terjadi disejumlah daerah termasuk Kota Malang. Ribuan mahasiswa dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Malang Raya berunjuk rasa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Selasa, (12/4/2022).
Tuntutan utama para demonstran adalah menolak perpanjangan masa jabatan presiden atau menolak pemilu 2024 ditunda. Serta isu lainnya yang berkaitan dengan kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok.
Demonstran berasal dari sejumlah kampus di Kota Malang. Mereka melakukan longmarch dari Stadion Gajayana, Kota Malang menuju DPRD Kota Malang. Mereka terus melakukan orasi dan menyanyikan lagu perjuangan untuk membakar semangat para mahasiwa lainnya.
“Kami menolak adanya perpanjangan masa jabatan presiden ini melanggar konstitusi negara. Apalagi isu ini muncul di tengah adanya kenaikan harga bahan pokok dan lainnya,” kata Korlap Aksi BEM Malang Raya, Zulfikri Novalia.
[berita-terkait number=”4″ tag=”demo-mahasiswa”]
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika menemui langsung para demonstran. Sebagai pimpinan legislatif sekaligus ketua DPC PDIP Kota Malang dengan tegas dia menolak wacana perpanjangan masa jabatan presiden.
“Saya sebagai ketua DPRD Kota Malang dan Ketua DPC Kota Malang menolak penundaan Pemilu. Kami internal partai sepakat pemilu tetap digelar 2024,” ujar Made melalui pengeras suara.
Made mengatakan bahwa DPC PDI-Perjuangan tetap mendukung terselenggaranya Pemilu Serentak pada 14 Februari 2024 mendatang. Dia juga menandatangani sejumlah tuntutan mahasiswa.
“Pemilu bisa ditunda atas tiga alasan yaitu adanya amandemen, dekrit presiden dan kondisi luar biasa yang terjadi di Indonesia,” tandasnya. (luc/ted)






