Jember (beritajatim.com) – Nominal Anggaran Pendapatan Belanja Daerah(APBD) Kabupaten Jember, Jawa Timur, Tahun Anggaran 2023 mengalami penurunan dari Rp 4,4 triliun menjadi Rp 4,007 trilun. Namun Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi menilainya lebih realistis.
“Kalau kami memandang Rp 4 triliun itu malah lebih realistis. Menurun memang, tapi lebih realistis. Saya yakin Silpa (Sisa Lebih Penggunaan Anggaran) tidak terlalu besar, karena serapannya memang di level Rp 3,7 – 3,8 triliun tiap tahun. Tapi untuk substansinya, tentu akan kami bawa di rapat Badan Anggaran untuk dibedah di sana,” kata Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi, ditulis Jumat (12/8/2022).
Bupati Hendy Siswanto sendiri sempat menyampaikan bahwa APBD Jember 2023 tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan. Ini melanjutkan pekerjaan pada 2021-2022. Pemerintah Kabupaten Jember sudah memperbaiki lebih dari seribu kilometer jalan.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Jember juga akan membuka 5.000 – 7.500 lowongan kerja untuk petugas kebersihan dan petugas perbaikan lampu dan jalan tahun depan. Gaji dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jember 2023.
[berita-terkait number=”4″ tag=”apabd-jember-2023″]
Itqon percaya pembahasan APBD akan berjalan lancar dan sidang paripurna berlangsung kuorum. Sebelumnya, sidang paripurna pengesahan Peraturan Daerah Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (LPP APBD) Jember 2021 gagal berlangsung karena jumlah peserta tak kuorum.
“Yang bisa kami lakukan adalah rapat dan berkomunikasi dengan ketua-ketua fraksi. Insya Allah saya optimistis kuorum. Kami akan berkomunikasi dulu dengan ketua-ketua fraksi soal betapa urgennya APBD ini bagi 2,6 juta warga Jember. Ada sanksi kalau APBD (gagal disahkan), hak keuangan selama enam bulan disetop semua,” kata Itqon. [wir/ted]






