Ringkasan Berita:
- Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto meraih penghargaan sebagai Inisiator Gerakan Merawat Pertiwi untuk Masa Depan Berkelanjutan dalam detikJateng-detikJogja Awards 2026.
- Penghargaan tersebut diberikan atas inisiatif Jogo Kali Merawat Bumi, gerakan penanaman pohon penyimpan air di Kabupaten Karanganyar.
- Gerakan itu melibatkan ratusan relawan, petani, dan warga untuk menanam pohon Preh, Bulu, dan Beringin di sekitar aliran sungai yang menjadi sumber pengairan lahan pertanian.
- Sumanto berharap penanaman pohon dilakukan secara berkelanjutan dan bibit yang ditanam dirawat hingga tumbuh besar agar dapat membantu menjaga ketersediaan sumber air bagi generasi mendatang.
Batang (beritajatim.com) – Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto meraih penghargaan sebagai Inisiator Gerakan Merawat Pertiwi untuk Masa Depan Berkelanjutan dalam ajang detikJateng-detikJogja Awards 2026. Penghargaan tersebut diberikan atas inisiatif gerakan Jogo Kali Merawat Bumi yang berfokus pada penanaman pohon penyimpan air untuk menjaga kelestarian lingkungan dan sumber air di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Penghargaan diserahkan dalam acara detikJateng-detikJogja Awards 2026 di Nusantara Ballroom, KEK Industropolis Batang, Jumat, 23 Oktober 2026. Sekretaris DPRD Jawa Tengah Agung Hariyadi mewakili Sumanto menerima penghargaan tersebut dari Direktur Utama detikNetwork Abdul Aziz.
Gerakan Jogo Kali Merawat Bumi melibatkan ratusan relawan, petani, dan warga. Mereka menanam bibit pohon Preh, Bulu, dan Beringin di sekitar aliran sungai yang menjadi sumber pengairan lahan pertanian.
Inisiatif tersebut berawal dari keprihatinan terhadap kesulitan petani mendapatkan air saat musim kemarau. Dalam kondisi tertentu, petani bahkan harus membeli air untuk mengairi sawah sehingga menambah biaya produksi pertanian.
Sumanto menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diterimanya. Ia berharap gerakan Jogo Kali Merawat Bumi dapat mendorong semakin banyak masyarakat terlibat dalam upaya menjaga lingkungan.
“Sebetulnya apa yang saya lakukan belum memiliki dampak yang signifikan. Langkah ini harus dilakukan secara bersama sama dan terus menerus agar alam kita tetap lestari,” katanya.
Ia menambahkan, krisis air juga kerap terjadi di Kabupaten Karanganyar saat musim kemarau. Kondisi tersebut turut dirasakan sebagian warga di kawasan hulu, termasuk Tawangmangu. Sebagian warga bahkan terpaksa mendatangkan truk tangki berisi air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Mantan Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar itu berharap program penghijauan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurut dia, bibit pohon yang telah ditanam perlu dirawat agar tumbuh besar dan memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang.
Pohon-pohon tersebut diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan air dan mendukung munculnya kembali belik atau sumber-sumber air di masa depan.
“Saya sampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas penghargaan ini. Semoga semakin menginspirasi masyarakat,” katanya.
Menurut Sumanto, kepedulian terhadap lingkungan membutuhkan niat tulus tanpa mengharapkan manfaat secara langsung. Upaya pelestarian alam, kata dia, merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya dapat dirasakan oleh anak cucu pada masa mendatang.
Ia mengaitkan semangat tersebut dengan kalimat yang kerap dikutip Bung Karno, yakni “Karmanyevadhikaraste maphalesu kadacana”. Kalimat tersebut digunakan untuk menggambarkan semangat bekerja dan berjuang tanpa semata-mata mengejar hasil bagi diri sendiri.
“Kalimat ini artinya bekerjalah seikhlas-ikhlasnya. Kalau kamu tidak memetik hasilnya, anakmu nanti yang akan memetik. Kalau bukan anakmu, nanti cucumu yang akan mendapatkan manfaatnya,” ujarnya.
DetikJateng-detikJogja Awards merupakan forum penghargaan bagi tokoh-tokoh yang dinilai berkontribusi bagi pembangunan di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti sejumlah tokoh, mulai dari kepala daerah dan pemangku kepentingan hingga pengusaha yang berperan dalam pembangunan wilayah tersebut.
Pada 2026, acara ini mengangkat tema ‘Jawa Tengah Gerbang Investasi Indonesia: Sinergi Pemerintah, Investor, dan Kawasan Industri Menuju Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan’. Kegiatan tersebut juga menghadirkan Forum Investasi Jawa Tengah. [beq]






