Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, memperingati usia 97 tahun kota tersebut. Namun hingga saat ini asal-usul nama Jember masih diperdebatkan.
“Asal-usul nama Jember dan hal-hal yang melatarbelakangi mengapa dinamai Jember sampai dengan saat ini masih belum dapat memberikan informasi dan gambaran yang utuh dan menyeluruh dalam sejarah masa kerajaan, konolialisme, serta pergerakan,” kata Ketua DPRD Jember Ahmad Halim, dalam sidang paripurna istimewa peringatan hari ulang tahun Jember, di gedung parlemen, Jumat (2/1/2026).
Halim menyebut penelusuran asal-usu; nama Jember menjadi pekerjaan rumah dan amanah bagi masyarakat. “Untuk selanjutnya disampaikan kepada generai penerus berikutnya, dengan harapan akan menambah kecintaan kepada Jember tercinta yang telah berdiri lebih kurang 17 tahun sebelum Indonesia merdeka,” katanya.
Kendati asal-usul nama Jember masih diperdebatkan, HUT Jember diperingati pada 1 Januari setiap tahun. Penetapan 1 Januari sebagai hari jadi ini, menurut Halim, merujuk pada tanggal berlakunya ketentuan hukum Staatsblad Nomor 322 tahun 1928 yang dikeluarkan Pemerintah Hindia Belanda.
Berdasarkan Staatsblad tersebut, Kabupaten Jember didirikan secara resmi pada 1 Januari 1929. Namanya Regenschap Djembee. “Ini menandai pengakuan Jember sebagai satuan masyarakat hukum yang berdiri sendiri,” kata Halim.
Perayaan HUT ke-97 Jember, menurut Halim, merupakan momentum untuk mengenang sejarah panjang perjuangan para pendahulu kita. “Mereka telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan jiwa demi berdirinya kabupaten yang kita cintai ini. Tugas kita sekarang adalah melanjutkan perjuangan itu dengan kerja nyata, inovasi, dan semangat kebersamaan,” katanya.
Halim berharap peringatan hari jadi ke-97 itu dapat dijadikan momentum evaluasi dari berbagai sudut pandang untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas bagi semua pihak untuk kemajuan dan kesejahteraan Kabupaten Jember.
Halim berharap masyarakat dan pemerintah daerah bersinergi mewujudkan pembangunan yang merata, pelayanan publik yang berkualitas, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Tantangan ke depan tidaklah ringan, namun dengan persatuan dan gotong royong, saya yakin kita mampu menghadapinya,” katanya.
Dalam usia 97 tahun, Halim ingin Kabupaten Jember semakin matang, maju, dan berdaya saing. Hari jadi kota, menurutnya titik tolak untuk memperkuat komitmen membangun daerah yang unggul, berkelanjutan, dan berkeadilan.
Politisi Gerindra ini ingin semua pihak mendukung perekonomian bangsa dengan memilih dan menggunakan produk usaha mikro kecil menengah lokal.
“Ini salah satu upaya melestarikan produk lokal yang beragam dan terus berevolusi untuk menyesuaikan dengan perkembangan perubahan budaya Pendalungan, dan perkembangan ke depan,” katanya. [wir]






