Jeddah (beritajatim.com) – Sebagai respons atas berbagai aspirasi dan keluhan yang diterima dari masyarakat terkait penyelenggaraan ibadah Haji 2023, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, telah mengambil langkah cepat dengan melakukan kunjungan langsung ke lokasi serta memastikan komitmen peningkatan pelayanan untuk Haji 2024.
Dalam serangkaian kunjungan kerjanya ke Jeddah-Arofah-Mina-Makkah-Madinah, Ketua DPD RI menyelenggarakan pertemuan strategis antara Konjen RI Jeddah dan Kantor Urusan Haji di Jeddah pada Kamis (7/12/2023). Pertemuan ini dihadiri oleh Konjen RI Jeddah Yusran Bahauddin Ambary, Staf Teknis Urusan Haji-1 Nasrullah Jassam, Staf Teknis Urusan Haji-2 Muhammad Luthfi Makki, dan Koordinator Protokol/Pelaksana Fungsi Pensosbud-2 M. Ilham Effendy.
LaNyalla mengungkapkan empat klaster keluhan yang diterima oleh DPD RI, termasuk keterlambatan bus jemputan Jamaah di Muzdalifah, konsumsi sebelum dan setelah ke Arafah yang tidak memadai, over kapasitas pemondokan Jamaah, terutama di tenda Mina, serta kurangnya toilet di Arafah dan fasilitas untuk jamaah lanjut usia.
“Saya juga ingin mendengar kesiapan Indonesia terhadap perubahan regulasi Kerajaan Saudi terkait penghapusan zonasi tenda di Mina. Apakah Indonesia telah memilih plot lokasi dan akan mengajukan bidding lokasi tersebut? Seberapa kesiapan kita?”, tanya LaNyalla.
Ketua DPD RI juga menyoroti perlunya koordinasi yang lebih intens antara Kantor Urusan Haji Kemenag RI dengan Konjen RI Jeddah, terutama terkait dengan tenaga kerja pendamping jamaah haji yang berasal dari para pekerja Migran yang menetap di Arab Saudi.
“Perlu keterlibatan Fungsi Bidang Tenaga Kerja di KJRI Jeddah untuk memberikan justifikasi data latar belakang para pekerja migran di Saudi. Sehingga Kantor Urusan Haji tidak salah memilih orang yang memiliki latar belakang permasalahan atau sedang bermasalah di Saudi,” tambahnya.
BACA JUGA:
Nama dan Foto Ketua DPD RI Dicatut di WhatsApp
Konjen RI Jeddah, Yusran B Ambary, menyampaikan terima kasih atas perhatian Ketua DPD RI dan menjelaskan bahwa program pasporisasi terhadap warga Indonesia di Saudi terus dilakukan dengan lebih mudah tanpa melibatkan tim khusus dari Jakarta.
Sementara Nasrullah Jassam dari Kantor Urusan Haji menyatakan bahwa Kemenag RI telah melakukan evaluasi dan pengambilan langkah atas permasalahan Haji 2023. Terkait keterlambatan penjemputan di Muzdalifah, mereka sudah menyampaikan protes kepada Kementerian Haji Saudi.
Dalam hal konsumsi di Mina, disebabkan oleh hambatan suplai air bersih, dan untuk kekurangan toilet di Arafah, Kemenag sudah mendapat komitmen dari Kementerian Haji Saudi untuk penambahan jumlah.
“Kami meyakinkan Ketua DPD RI bahwa pelaksanaan Haji 2024 akan lebih baik. Semua kebijakan yang diambil pemerintah melalui Kemenag RI didasarkan pada aturan yang diperketat, pagu anggaran yang lebih tinggi, dan persyaratan yang wajib dipenuhi,” jelas Nasrullah.
Ditambahkannya bahwa suplai listrik untuk tahun 2024 nantinya akan langsung berasal dari pembangkit listrik Saudi, meningkatkan stabilitas arus dan diharapkan memberikan penerangan dan AC yang lebih stabil dan dingin.
Terkait regulasi baru tentang pemilihan lokasi tenda di Mina dan Arafah, Nasrullah mengungkapkan bahwa Indonesia akan tetap memilih lokasi yang sudah ada, mengingat mobilisasi jamaah haji Indonesia yang mencapai 241 ribu di tahun 2024.
“Kemenag RI telah menentukan lokasi pemondokan Jamaah Haji Indonesia, memastikan tidak ada lagi lokasi yang jauh atau sulit diakses. Semua pemondokan minimal setara dengan hotel Bintang 3 atau 4,” tambah Nasrullah.
BACA JUGA:
Ketua DPD: BUMDes yang Kuat Dapat Meredam Tengkulak
Pihak Kemenag juga menyatakan kesiapan terhadap penambahan kuota 20 ribu Jamaah dari Kerajaan Saudi, yang diakuinya telah diantisipasi dengan baik.
“Terakhir, terkait Jamaah Haji Lansia, kami di Indonesia mengubah kebijakan dengan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu sebelum pelunasan. Hal ini bertujuan agar calon jamaah yang memiliki penyakit komorbid yang berat dapat terdeteksi di awal,” tutupnya.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPD RI didampingi Staf Khusus Ketua DPD RI Sefdin Syaifudin Alamsyah dan Ichsanuddin Noorsy, serta sejumlah staf kesekjenan DPD RI. LaNyalla sengaja melaksanakan kunjungan secara non-protokoler untuk melihat secara langsung peningkatan kualitas yang dijanjikan Kementerian Haji Saudi. [beq]






