Surabaya (beritajatim.com) – Ketua DPD Partai Golkar Jatim, Ali Mufthi, mengatakan dari 38 kabupaten/kota di Jatim hanya tersisa DPD II Golkar Kabupaten Sumenep yang belum menggelar musda.
Pihaknya berupaya akan menyegerakan menggelar musda setelah pihaknya berkunjung ke Sumenep usai puasa.
“Tujuannya, untuk melakukan persahabatan dengan geografis yang ada di Kabupaten Sumenep. Sehingga, keputusan kita untuk menggelar musda, atau siapa nanti yang akan jadi pengurus itu akan dapat diterima oleh seluruh warga Sumenep dan alam yang ada di Sumenep,” tegasnya kepada wartawan usai Rapat Pleno Pembubaran Panitia Pelantikan dan Rakerda di kantor DPD Partai Golkar Jatim, Sabtu (7/3/2026) malam.
Ia juga mengingatkan kepada seluruh DPD Partai Golkar kabupaten/kota di Jatim untuk segera menindaklanjuti dua poin hasil Rakerda beberapa waktu lalu. Pertama, segera menggelar Musda, Muscab, MusDes dan Muslus hingga bulan Juni 2026. Dan kedua, memperkuat kekuatan partai di masing-masing kabupaten/kota, sehingga secara elektoral partai ini bisa diterima oleh masyarakat
“Seluruh struktural dan fungsional partai harus bergerak di seluruh lapisan, harus bisa membersamai masyarakat dalam segala dinamikanya. Itu semua dilakukan untuk memenuhi target DPP Partai Golkar yang menargetkan perolehan suara pada pemilu mendatang sebesar 20 persen secara nasional,” tukasnya.
Sementara itu, keterwakilan perempuan di DPRD Jatim dari Golkar nampaknya juga masih menjadi pekerjaan rumah bagi pengurus. Terbukti, hasil pemilu legislatif tahun 2024, dari 15 kursi DPRD Jawa Timur yang diperoleh partai berlambang Pohon Beringin hanya ada dua orang dari unsur perempuan.
Ali berjanji akan memberikan perhatian khusus soal keterwakilan perempuan di legislatif provinsi Jatim pada Pemilu 2029. Mengingat, untuk di tingkat nasional (DPR RI) maupun DPRD kabupaten/kota tingkat keterwakilan perempuan Partai Golkar sudah cukup baik.
“Di tingkat provinsi Jawa Timur, kita memang masih kurang. Dari 15 kursi, masih dua orang yang dari unsur perempuan,” ujarnya.
Upaya yang akan dilakukan untuk meningkatkan keterwakilan perempuan di Partai Golkar Jatim, lanjut anggota Komisi V DPR RI adalah dengan melakukan treatment.
“Makanya tadi saya minta kepada Ketua KPPG Jatim supaya melakukan pengkajian terhadap teman-teman perempuan Golkar yang bisa kita tarungkan dalam pemilu ke depan. Sehingga keterwakilan perempuan itu tidak hanya secara normatif dijalankan tetapi secara praksis juga kita lakukan,” jelas Ali Mufthi.
Selain meningkatkan keterwakilan perempuan di legislatif, DPD Partai Golkar Jatim juga terus melakukan kajian untuk menambah kursi DPRD Jatim melalui dapil-dapil yang potensial untuk menambah kursi.
“Kami terus melakukan mapping mana dapil-dapil yang memungkinkan bisa menambah kursi. Dari 14 dapil yang ada di Jatim itu mana saja, masih kita kaji secara intens dalam perjalanan partai kedepan,” pungkasnya. [tok/aje]






