Malang (beritajatim.com) – Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Kota Malang resmi berganti kepemimpinan. Dalam Musyawarah Komisariat ke-3 yang digelar di beberapa waktu lalu, Dr. Dwi Sulistyorini, S.S., M.Hum., terpilih sebagai ketua HISKI Malang periode 2025 – 2029. Ia akan didampingi Prof. Dr. Mundi Rahayu, M.Hum., sebagai wakil ketua.
Musyawarah di Laboratorium Drama Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) pada Sabtu (3/5/2025) lalu ini dihadiri oleh 68 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Malang Raya dan sekitarnya. Selain pemilihan ketua baru, forum ini juga mempertegas arah gerak organisasi ke depan melalui pemaparan visi dan misi yang lebih terbuka dan berdampak. “Kami tidak mau sastra hanya hidup di kalangan akademisi. Sastra harus hadir dan berdampak di masyarakat,” tegas Dwi kepada beritajatim.com, Rabu (7/5/2025).
Dalam sesi penyampaian visi dan misi, Dwi menjelaskan bahwa kepemimpinannya akan berfokus pada pengembangan ide dan kreativitas anggota, baik dalam pengkajian sastra maupun pembelajarannya. Ia ingin HISKI menjadi motor penggerak kemajuan pendidikan melalui penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Visi utama HISKI Malang, lanjutnya, adalah “menumbuhkan dan mengembangkan gagasan maupun kreativitas anggota dalam bidang sastra maupun pembelajarannya untuk kemajuan pendidikan melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujarnya.
Visi tersebut dijabarkan dalam sejumlah misi strategis, yaitu, pertama, Mengembangkan kreativitas dan produktivitas anggota HISKI Malang dengan menyelenggarakan kegiatan kesusastraan dan pembelajaran melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat maupun dalam bentuk karya ilmiah.
Mengenalkan HISKI di tengah-tengah masyarakat melalui kolaborasi dengan MGMP, komunitas sastra dan budaya, serta lembaga-lembaga terkait.
Mempromosikan keahlian para anggota HISKI Malang dalam berbagai forum ilmiah, baik nasional maupun internasional, termasuk melalui podcast dan siaran langsung di RRI.
Melaksanakan program kerja HISKI Pusat dengan semangat “HISKI Mendaki Mencapai Prestasi”. “Intinya, kami ingin HISKI bisa turun gunung, hadir di masyarakat, menjadi penghubung antara dunia akademik dan ruang-ruang publik,” jelas Dwi.
Sastra Masuk Sekolah dan Komunitas, Bukan Hanya di Buku
Salah satu program unggulan yang menjadi prioritas kepengurusan baru adalah “HISKI Masuk Sekolah dan Komunitas Sastra Budaya.” Program ini diinisiasi untuk membawa kegiatan sastra ke ruang-ruang pembelajaran non-formal dan komunitas, dengan harapan sastra menjadi lebih dekat dengan generasi muda.
Menurut Dwi, program ini tak hanya menyasar pelajar dan guru, tetapi juga komunitas lokal yang selama ini aktif di bidang seni, budaya, dan literasi. “Kami ingin memperluas jangkauan literasi sastra, agar lebih membumi dan tidak eksklusif,” katanya.
Jejak HISKI Malang Sejak 2016
Ketua sebelumnya, Prof. Dr. Sugiarti, M.Pd., menyampaikan bahwa HISKI Malang aktif kembali sejak 2016 setelah sempat vakum. Sejak saat itu, HISKI konsisten menyelenggarakan kegiatan-kegiatan akademik seperti seminar nasional dan internasional, diskusi ilmiah, penerbitan jurnal, serta pelatihan kebahasaan dan sastra untuk guru maupun pelajar.

“Selama ini ketika kita mengadakan kegiatan, selalu ada jalan yang baik. Semoga ke depan juga demikian,” ungkap Sugiarti dalam sambutannya.
Acara musyawarah juga diisi dengan orasi ilmiah oleh Prof. Dr. M. Misbahul Amri, M.A. Dalam presentasinya, ia mengangkat tema “Mendudukkan Kembali Paham Strukturalisme dalam Pembelajaran Puisi.”
Amri menyoroti persepsi keliru sebagian mahasiswa yang merasa menulis puisi itu rumit. “Kebanyakan mahasiswa di awal kelas pembelajaran terlalu dibebani pikiran bahwa menulis puisi itu bahasanya rumit, banyak melanggar aturan,” jelasnya.
Padahal, menurut Amri, jika logika struktur bahasa dipahami terlebih dahulu, maka pembelajaran dan penulisan puisi menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Setelah orasi, terdapat pembacaan puisi menarik oleh Tengsoe Tjahjono.
Musyawarah ditutup dengan pembacaan laporan pertanggungjawaban oleh sekretaris HISKI Malang, Dr. Umi Salamah, M.Pd., sebelum akhirnya pemilihan ketua dan wakil ketua dilakukan secara demokratis.
Dwi berharap ke depan HISKI Malang bisa menjadi wadah pengembangan keilmuan yang sekaligus membawa perubahan sosial. “Harapan saya, kita bisa bersama-sama menumbuhkan kreativitas dan produktivitas dalam bidang sastra maupun pembelajaran, melalui kolaborasi dengan berbagai pihak,” tutupnya. (dan/kun)






