Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemandangan tak biasa tersaji di Balai Desa Gayam, Kabupaten Bojonegoro, pada Jumat (8/8/2025). Bukan lagi papan tulis dan spidol, para santri dari 12 Madrasah Diniyah (Madin) se-Kecamatan Gayam justru beradu cepat di depan layar laptop. Mereka tengah mengikuti Lomba Cerdas Cermat Agama (CCA) dengan cara yang sangat modern, menjawab soal-soal langsung melalui Google Forms.
Kompetisi inovatif ini merupakan puncak dari Program Peningkatan Metode Pembelajaran bagi Sekolah Informal 2025, sebuah inisiatif kolaboratif antara ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan TROPIS Indonesia. Program ini tidak hanya menggelar lomba, tetapi juga membekali setiap madin peserta dengan satu set laptop dan printer untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di era digital.
Kepala Seksi Pondok Pesantren dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro, Sunan, yang hadir di lokasi, memberikan pujian setinggi langit. “Luar biasa, ini sebuah terobosan. Kemenag Kabupaten Bojonegoro sendiri belum sampai pada pembuatan program seperti ini,” ungkapnya.
Sunan berharap, inisiatif di Kecamatan Gayam ini bisa menular dan menjadi percontohan bagi wilayah lain di Bojonegoro. Ia menyatakan Kemenag siap mendukung upaya masyarakat untuk mereplikasi kegiatan serupa. “Kalian semua adalah duta terbaik dari madin masing-masing. Tunjukkan semangat berlomba dalam kebaikan. Keluarkan seluruh kemampuan untuk menjadi yang paling unggul,” seru Sunan, menyemangati para santri.
Di sisi lain, perwakilan EMCL, Feni Kurnia Indiharti, menegaskan bahwa acara ini adalah bukti nyata dari kekuatan sinergi. Ia berterima kasih atas dukungan penuh dari Kemenag Bojonegoro dan seluruh perwakilan madin yang terlibat. “Program ini menjadi wujud komitmen kami dari EMCL untuk secara aktif mendukung kemajuan pendidikan di tengah masyarakat, khususnya di sekitar wilayah operasi perusahaan,” jelas Feni.
Ia menambahkan, EMCL akan terus berkolaborasi dengan pemerintah dalam berbagai program di sektor pendidikan, kesehatan, dan pengembangan ekonomi. “Kuncinya adalah koordinasi, kolaborasi, dan sinergi yang berkelanjutan agar setiap program memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tutupnya.
Bagi para peserta, pengalaman ini meninggalkan kesan mendalam. Farra Agnia, seorang santriwati dari Madin Thoriqul Huda, mengaku sangat menikmati format lomba yang baru ini. “Tegang sekali rasanya, tapi seru karena lombanya pakai laptop. Menjawab soal jadi lebih cepat dan hasilnya bisa langsung kami ketahui,” ujar Farra.
Meskipun beberapa peserta terlihat masih sedikit kaku berhadapan dengan laptop, suasana kompetisi yang ketat dengan aksi saling kejar skor membuat mereka cepat beradaptasi dan larut dalam keseruan.
Apresiasi senada datang dari guru pendamping. Abdul Muchid dari Madin Nurul Fathiyah memuji panitia dari TROPIS Indonesia atas konsep yang modern dan menarik. “Metode ini sangat efektif untuk memotivasi anak-anak. Kami berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus diselenggarakan,” katanya.
Setelah melewati babak penyisihan yang sengit, tiga tim terbaik melaju ke final. Hasil akhir menempatkan Madin Thoriqul Huda dari Desa Ringintunggal sebagai jawara. Posisi kedua direbut oleh Madin Nurul Fathiyah dari Desa Cengungklung, sementara Madin Al Ikhlas dari Desa Mojodelik meraih juara ketiga. Penyerahan hadiah secara resmi akan dilangsungkan pada acara penutupan program pada September 2025 mendatang. [lus/kun]






