Malang (beritajatim.com) – Pendaftaran Bakal Calon Bupati Malang (Bacabup) Periode 2020-2025 yang dibuka DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, disambut baik sejumlah pihak. Dalam bursa pendaftaran Rabu (11/9/2019) hari ini, Ketua PCNU Kabupaten Malang dr.Umar Usman.
Selain dokter Umar sapaan akrabnya, pendaftaran Bacabup Malang juga dilirik Rektor Universitas Raden Rahmat (Unira) Kepanjen, Kabupaten Malang, Dr.Hasan Abadi pada waktu bersamaan.
“Saya datang bertujuan untuk mendaftarkan diri. Saya pilih PDIP karena ingin merukunkan nasionalis dan religius. PDI Perjuangan ini merupakan partai pemenang yang pertama membuka pendaftaran. Sehingga, saya menghormati dengan posisi partai ini,” kata dokter Umar yang juga menjabat Direktur RSUD Kota Malang itu.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pilkada-malang”]
Terpisah, Rektor UNIRA, Hasan Abadi menegaskan, pihaknya memilih partai PDIP ini dikarenakan memiliki visi yang sama dalam memperhatikan masyarakat kecil. “Kami merasa satu visi dengan PDIP. Dimana sama-sama memperjuangkan wong cilik. Kami kader NU juga bagian dari grass root masyarakat wong cilik yang selama ini tidak pernah ada persoalan,” pungkasnya.
Disisi lain, Koordinator Validasi Pencalonan PDIP Kabupaten Malang Abdul Qodir menambahkan, pihaknya menerima siapa saja yang ingin mendaftarkan diri sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang.

Sebagai informasi, dokter Umar sendiri aktif sebagai penggerak Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Malang. Sementara doktor Hasan Abadi, selain aktif sebagai akademisi, ia juga menjabat Ketua Lembaga Pendidikan Maarif (LPM) PCNU Kabupaten Malang. Hasan Abadi sangat populis dijajaran Ansor se Malang Raya.
Pendaftaran dua tokoh NU sebagai Bakal Calon Bupati Malang melalui PDIP, diprediksi berpeluang besar bagi kader NU untuk menjajaki perebutan kursi Bupati dan Wakil Bupati Malang. Pasalnya, PKB yang notabene menjadi rumah ‘kedua’ bagi kader NU, juga berpeluang mengusung kadernya sendiri dalam Pilkada Kabupaten Malang tahun 2020 mendatang. (yog/kun)






