Surabaya (beritajatim.com) – Kepemimpinan wasit di liga Indonesia terus mendapat sorotan tajam. Bukan hanya di liga kasta terendah liga 3, pada kasta tertinggi pun juga merasakan kualitas wasit yang memimpin jalannya pertandingan semakin menurun.
Beberapa tim liga 1 mulai tak mempercayai kepemimpinan wasit. Hasilnya kerap kali mereka melakukan perlawanan ketika di stadion saat pertandingan. Rasa tak puas pun juga diungkapkan pelatih Persebaya Aji Santoso.
Setiap pertandingan ia selalu berharap berjalan dengan baik dengan kepemimpinan wasit yang bertugas. Bukan hanya di satu pertandingan tapi di semua pertandingan terutama di sisa delapan pertandingan ke depan.
“Saya hanya bisa berharap jika kepemimpinan wasit di lapangan bisa sebaik mungkin dan seadil-adilnya, apalagi di sisa delapan pertandingan ini dimana persaingan di lima tim papan atas tentu cukup panas,” ungkap Aji Santoso.
Selain itu Aji berharap di sisa laga ini, kinerja wasit dan hakim garis bisa menjalankan kinerjanya dengan baik dengan roll apapun supaya kedua tim pertandingan puas.
[berita-terkait number=”4″ tag=”persebaya”]
“Di sisa laga ini mudah-mudahan bisa menjalankan dengan baik dengan kondisi apapun hasilnya supaya puas kedua tim di setiap pertandingannya dan melakukan keputusan seadil-adilnya,” imbuhnya.
Persebaya pernah kecewa dengan kepemimpinan wasit yang tengah bertugas. Ketika itu pertandingan Persebaya Surabaya melawan PSIS Semarang.
Saat itu Marukawa mendapat umpan dari Kambuaya yang seharusnya bisa terjadi gol. Namun assiten wasit menganggap berada di dalam posisi offside. Padahal jelas Taise berada dalam posisi onside bukan offside. [way/but]






