Surabaya (beritajatim.com) – Mungkin sebagian orang pernah mengalami perut bunyi atau biasa disebut dengan keroncongan. Biasanya kondisi seperti ini kerap dikaitkan dengan rasa lapar.
Padahal seseorang yang mengalami perut berbunyi tidak melulu menandakan bahwa seseorang lapar. Namun ada berbagai alasan yang membuatnya demikian, mulai dari yang normal hingga berbahaya. Berikut beberapa alasan perut kerap berbunyi;
Proses mencerna makanan
Perut bunyi bisa disebabkan karena proses mencerna. Di sini semua makanan, minuman, dan udara yang masuk ke kerongkongan akan bergerak menuju usus.
Tak ayal jika dalam proses tersebut, dinding saluran pencernaan yang dilapisi dengan lapisan otot menjadi berkontraksi. Kontraksi inilah yang kemudian menimbulkan bunyi pada perut.
Biasanya perut bunyi ini terjadi setelah beberapa jam usai makan, bahkan bisa juga mengalaminya pada malam hari, sebelum beranjak tidur.
Gula darah rendah
Setiap orang tentu memerlukan asupan nutrisi yang cukup. Salah satunya untuk menstabilkan kadar gula darah dalam tubuh.
Ketika kadar gula darah seseorang rendah, usus akan memberikan sinyal atau tanda. Salah satu sinyal bisa berupa bunyi pada perut. Jika sudah demikian, tentu itu merupakan tanda bahwa seseorang perlu mengonsumsi sesuatu.
Banyaknya udara yang masuk ke dalam usus
Seperti yang kita ketahui, bahwa dalam saluran pencernaan tidak hanya makanan dan minuman saja yang bisa masuk. Namun, udara atau gas juga bisa.
Terlebih ini bisa terjadi ketika seseorang makan terlalu cepat, mengonsumsi makanan sembari berbicara, atau bahkan minum saat sedang berolahraga.
Kondisi tersebut kemudian yang membuat gas dalam sistem pencernaan menjadi berlebih. Tak ayal jika kemudian membuatnya bergerak maju mundur di dalam usus. Maka pada saat itulah perut akan mengeluarkan bunyi.
[berita-terkait number=”3″ tag=”kesehatan”]
Adanya gangguan kesehatan
Selain beberapa hal yang disebutkan sebelumnya, ada satu alasan lagi kenapa perut kerap berbunyi meski sedang tidak merasa lapar, yakni karena adanya gangguan kesehatan.
Beberapa gangguan kesehatan yang dimaksud, seperti alergi makanan, diare, radang pada rektum, infeksi usus, hingga kemungkinan adanya pendarahan di saluran cerna.
Tak ayal jika sudah terasa sangat menganggu, bisa segera konsultasikan ke dokter. Agar dapat segera mendapatkan penanganan dan meminimalisir dampak terburuknya. (fyi/ian)






