Ponorogo (beritajatim.com) – Hindar Agusta (23) menjadi salah satu korban selamat dalam insiden ledakan mercon maut yang mengguncang Dukuh Duwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo. Pemuda ini mengalami luka bakar serius saat berniat mengembalikan kunci sepeda motor ke rumah rekannya pada Selasa (3/3/2026).
Peristiwa tragis ini bermula ketika Hindar baru saja tiba di halaman rumah Rifa (korban meninggal dunia). Saat itu, ia melihat dua temannya sedang meracik bubuk petasan di area teras rumah.
Ledakan hebat terjadi secara tiba-tiba sebelum Hindar sempat melangkah lebih jauh menuju teras. Kekuatan ledakan tersebut membuat tubuh pemuda 23 tahun ini terpental hingga mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh.
“Tidak lihat ada yang rokok atau apa, tapi saat itu baru datang mau mengembalikan kunci tiba-tiba meledak,” ungkap Hindar, Selasa (3/3/2026).
Setelah terhempas, Hindar mengaku masih dalam kondisi sadar meski merasakan perih yang luar biasa. Ia segera berusaha menjauh dari pusat ledakan untuk menyelamatkan diri sementara rekan-rekannya sudah terkapar.
Berdasarkan pemeriksaan medis, Hindar mengalami luka bakar sebesar 16 persen yang terkonsentrasi pada area wajah, tangan, dan dada. Warga sekitar langsung melarikannya ke klinik terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD dr Harjono.
“Setelah ledakan saya masih sadar dan langsung menjauh, yang lainnya ambruk semua,” tambahnya.
Pihak RSUD dr Harjono Ponorogo mengonfirmasi saat ini tengah menangani dua korban ledakan mercon secara intensif. Selain Hindar, terdapat korban lain berinisial AFT (20) yang menderita luka bakar jauh lebih parah.
Kabid Humas RSUD dr Harjono, Sugianto, menjelaskan bahwa kondisi AFT mencapai 36 persen luka bakar. Pasien tersebut segera menjalani operasi pembersihan luka sesaat setelah tiba di rumah sakit sekitar pukul 20.00 WIB.
“Kondisinya mulai stabil, saat ini masih dirawat di ICU dengan alat bantu pernafasan,” jelas Sugianto.
Tim medis memberikan perhatian khusus pada luka bakar di bagian leher yang dialami oleh AFT. Area tersebut dinilai sangat krusial karena berdekatan dengan pusat saraf pernapasan dan pembuluh darah besar.
“Karena ada pembuluh darah besar, dan pusat persyarafan pernafasan, jadi kami pantau terus,” tambahnya.
Insiden berdarah di Desa Plosojenar ini menjadi peringatan keras bagi warga Ponorogo mengenai risiko fatal dari aktivitas meracik mercon. Pihak kepolisian dan tenaga medis terus mengimbau masyarakat untuk menghindari penggunaan bahan peledak ilegal demi keselamatan nyawa. [end/beq]






