Lamongan (beritajatim.com) – Kerusuhan terjadi di Alum-alun Lamongan pada Kamis (5/9/2024). Massa berbuat onar membakar kendaraan, bahkan sampai menyandera Sekda.
Ribuan personel gabungan dari TNI, Polri, hingga Satpol PP dikerahkan.
Ketegangan mulai memuncak saat masuk ke adegan pasca penghitungan suara. Massa dari salah satu pasangan calon yang merasa dicurangi, melancarkan protes besar-besaran, memicu kerusuhan hebat.
Situasi memanas ketika massa mulai menyerang petugas dengan melemparkan berbagai benda. Petugas keamanan mencoba mengendalikan situasi dengan menyemprotkan air untuk membubarkan kerumunan. Namun, massa tidak mundur. Gas air mata terpaksa ditembakkan ke arah mereka untuk meredam aksi anarkis.
Massa semakin beringas, membakar satu unit mobil dan satu unit sepeda motor di sekitar alun-alun. Personel dari Satuan Brimob Polda Jatim pun dikerahkan untuk mengatasi situasi. Kerusuhan baru bisa diredam setelah polisi berhasil menangkap provokator utama yang diduga memimpin aksi kekerasan tersebut.
Namun, aksi massa tidak berhenti sampai di situ. Ancaman keamanan meningkat dengan adanya insiden penyanderaan terhadap Sekretaris Daerah (Sekda) dan ancaman teror bom di Gedung Pemkab Lamongan. Petugas keamanan segera dikerahkan untuk menyelamatkan sandera dan mengamankan lokasi ancaman bom, membuat situasi semakin menegangkan.
Kerusuhan tersebut ternyata adalah skenario dalam Latihan simulasi pengamanan Pilkada 2024 di Lamongan. Simulasi ini melibatkan delapan adegan yang menggambarkan skenario pengamanan Pilkada, mulai dari pendistribusian surat suara hingga penghitungan suara.
Kapolres Lamongan, AKBP Bobby A. Condroputra, mengatakan bahwa seluruh adegan simulasi tersebut menggambarkan skenario terburuk yang bisa terjadi selama Pilkada. “Kami mempersiapkan diri menghadapi segala kemungkinan. Namun, pencegahan adalah prioritas utama kami,” tegas Bobby.
Simulasi ini bertujuan untuk melatih kesiapan aparat keamanan dalam mengantisipasi setiap potensi gangguan selama Pilkada serentak 2024 di Lamongan. “Kami ingin memastikan semua petugas siap merespon setiap situasi yang mungkin terjadi,” tambah Bobby.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, bersama jajaran Forkopimda, perwakilan KPU dan Bawaslu, kepala OPD, serta tokoh agama dan masyarakat, turut hadir menyaksikan simulasi ini. Mereka juga menandatangani deklarasi damai, berkomitmen untuk menjaga agar Pilkada 2024 berjalan aman dan kondusif.
Melalui simulasi ini, aparat keamanan berharap seluruh elemen masyarakat dapat bekerja sama dalam menciptakan suasana yang damai selama proses Pilkada serentak 2024 di Lamongan. [fak/beq]






