Bondowoso (beritajatim.com) – Pasca banjir bandang yang melanda Dusun Peh, RT 20 RW 5, Desa Gunungsari, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, berbagai elemen masyarakat dan instansi pemerintah bersinergi dalam kerja bakti massal pada Jumat (10/1/2025). Kegiatan ini bertujuan membersihkan area terdampak serta memberikan bantuan kepada warga yang terkena dampak.
Camat Maesan, Dwi Wahyudi, menjelaskan bahwa kerja bakti kali ini melibatkan banyak pihak, termasuk Tagana, BPBD, Satpol PP, lembaga bakti sosial, Polres Bondowoso, dan Kodim 0822 Bondowoso. Fokus utama kerja bakti adalah membersihkan material kayu yang menyumbat di sekitar DAM dan jembatan Sungai Dusun Peh untuk memperlancar aliran air.
“Selain pembersihan di sekitar DAM dan jembatan yang tersumbat, bantuan ini diikuti dengan pembersihan puing-puing di rumah-rumah warga yang rusak. Besok, kami akan melanjutkan pembersihan lumpur dan sisa material yang masih menggenang di sekitar perumahan penduduk,” kata Dwi Wahyudi kepada beritaJatim.com.
Kapolres Bondowoso, AKBP Lintar Mahardhono melalui Kapolsek Maesan, Iptu Wilian Yustaf, menambahkan, kerja bakti yang berlangsung dari pukul 07.30 WIB hingga 11.00 WIB ini melibatkan sekitar 150 orang relawan, 100 personel Polres Bondowoso, 80 personel Kodim 0822 Bondowoso, 30 personel Satbrimob, 35 personel BPBD, serta 30 orang dari PUPR.
“Sinergi berbagai pihak ini merupakan wujud kepedulian terhadap masyarakat terdampak. Selain pembersihan, Polres juga menyerahkan bantuan sosial berupa sembako dan uang tunai kepada delapan warga terdampak,” ungkap Iptu Wilian dikonfirmasi terpisah.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Bondowoso AKBP Lintar Mahardhono beserta Bhayangkari PC Bondowoso memberikan bantuan sembako secara simbolis kepada warga terdampak. Sementara itu, tim Sie Dokes Polres Bondowoso memberikan layanan kesehatan gratis berupa pemeriksaan dan distribusi obat-obatan serta vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh warga.
Bencana banjir bandang sendiri terjadi akibat hujan deras di lereng Gunung Argopuro, yang menyebabkan aliran air Sungai Peh meluap dan membawa material kayu hingga menyumbat jembatan. Akibatnya, air meluap ke jalan dan merendam rumah-rumah warga. Kerugian material akibat bencana ini ditaksir mencapai Rp100 juta. [awi/beq]






