Surabaya (beritajatim.com) – Keributan berdarah antar pengunjung pecah di Paradise Club Surabaya pada Kamis (22/1/2026) dini hari, yang mengakibatkan empat orang mengalami luka parah hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Aksi saling serang ini dipicu oleh perselisihan di dalam area klub yang kemudian meluas hingga ke jalan raya Embong Malang dan area perkampungan warga sekitar. Pihak manajemen klub akhirnya angkat bicara untuk mengklarifikasi kronologi insiden yang melibatkan penggunaan senjata tumpul tersebut.
Perwakilan manajemen Paradise Club Surabaya, Bambang, mengungkapkan bahwa keributan bermula dari gesekan fisik antar pengunjung yang tengah berada di bawah pengaruh alkohol. Ia menyebutkan bahwa situasi awalnya hanya berupa adu mulut di area dance floor.
“Di Dalam (Paradise Club Surabaya) senggolan karena mabuk. Adu mulut saja. Gak tahu kalau berlanjut di luar,” ujar Bambang saat dikonfirmasi mengenai pemicu utama bentrokan tersebut.
Bambang menegaskan bahwa selama berada di dalam pengawasan manajemen, tidak terjadi aksi pemukulan fisik yang signifikan antar kelompok tersebut. Ia mengaku tidak memantau secara detail bagaimana empat korban tersebut bisa mengalami luka robek akibat botol dan kursi.
“Gak ada masa (adu fisik) di dalam, kalo di luar tidak tahu,” jelasnya menanggapi kondisi para korban yang kini tengah menjalani perawatan medis.
Berdasarkan data rekaman CCTV, keributan meluas dengan cepat ke area luar gedung dan terekam aksi kejar-kejaran di sepanjang Jalan Embong Malang. Meskipun rekaman tidak menampilkan detik-detik pemukulan botol secara spesifik, visual menunjukkan kekacauan yang terjadi di ruang publik.
Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan empat korban luka harus mendapatkan penanganan darurat karena hantaman benda keras dan tajam. Tiga orang di antaranya saat ini dirawat di rumah sakit di kawasan Jalan Diponegoro dan wilayah Pelabuhan Tanjung Perak.
Sejumlah warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut mengaku sangat resah karena massa sempat masuk ke area gang-gang pemukiman. Massa dilaporkan saling serang menggunakan properti klub seperti kursi dan botol minuman keras yang dibawa keluar.
“Rame mas. Itu kejar-kejaran sampai di gang-gang dan jalan Raya juga,” ungkap salah seorang warga yang menolak disebutkan identitasnya demi alasan keamanan.
Kondisi baru dapat diredam setelah personel kepolisian dari Polsek Tegalsari tiba di lokasi kejadian untuk membubarkan massa yang semakin beringas. Warga menilai tim keamanan internal klub gagal mengantisipasi eskalasi konflik sehingga keributan meluap ke lingkungan sekitar.
“Ga seberapa lama pihak kepolisian dari Polsek Tegalsari datang. Baru itu bisa diredam, pihak keamanan Paradise Club Surabaya ga bisa meredam bahkan keributan meluas,” tambahnya.
Saat ini, kasus keributan yang mencoreng keamanan tempat hiburan malam di Surabaya tersebut tengah dalam proses penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian. Manajemen Paradise Club Surabaya kini terancam sanksi administratif jika terbukti lalai dalam menjaga SOP keamanan dan kenyamanan lingkungan. [ang/beq]






