Surabaya (beritajatim.com) – Kontingen Indonesia mencatatkan prestasi gemilang di Paralimpiade Paris 2024 dengan meraih 14 medali, dengan rincian satu emas, delapan perak, dan lima perunggu.
Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari kontribusi mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Rektor Unesa, Prof Nurhasan, mengungkapkan bahwa Indonesia mengirimkan 35 atlet ke Paralimpiade tahun ini, termasuk dua mahasiswa Unesa, yakni Leani Ratri Oktila dan Tony Ricardo.
Leani, yang merupakan mahasiswa Program Doktor Pendidikan Jasmani, bersama Hikmat Ramdani, sukses menyabet medali emas dan perak di kategori ganda campuran badminton SL3-SU5.
“Leani Ratri Oktila, meskipun saat ini bekerja di Kemenpora, melanjutkan kuliahnya di Unesa berkat beasiswa yang diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasinya,” kata Cak Hasan, Selasa (10/9/2024.
Cak Hasan menilai penampilan Indonesia di Paralimpiade kali ini sangat mengesankan, dengan capaian medali terbanyak sepanjang sejarah partisipasi Indonesia dalam ajang tersebut.
Salah satu momen istimewa adalah final badminton yang mempertemukan dua pasangan Indonesia, menjadikannya ‘All Indonesian Final.’
Dekan FIKK, Dwi Cahyo Kartiko, juga memberikan pujian atas prestasi para atlet, termasuk Tony Ricardo yang berlaga di judo. Meskipun Tony belum berhasil meraih medali, perjuangannya untuk mencapai babak perebutan medali perunggu sangat diapresiasi.
“Tony belum meraih medali, tetapi pencapaiannya hingga babak perebutan medali perunggu sangat luar biasa, apalagi ini adalah debutnya di Paralimpiade,” ujar Cahyo.
Unesa berencana memberikan apresiasi berupa beasiswa dan kesempatan untuk berkarir sebagai dosen di FIKK bagi para atletnya, termasuk Tony.
“Menjadi atlet memiliki batas waktunya. Jika mereka ingin melanjutkan karir sebagai dosen di Unesa, kami akan memberikan kesempatan. Pengalaman mereka sebagai atlet paralimpiade sangat berharga untuk generasi muda,” tambahnya.
Leani Ratri Oktila mengungkapkan rasa terima kasih kepada Rektor Unesa dan seluruh jajarannya atas dukungan yang diberikan. “Terima kasih kepada Pak Rektor, Dekan, dan seluruh civitas akademika Unesa atas dukungan dan motivasinya,” ujar Leani.
Tony Ricardo juga menyampaikan apresiasi serupa. “Saya sebagai mahasiswa FIKK Unesa mengucapkan terima kasih kepada Bapak Rektor, Bapak Dekan, dan semua dosen di Unesa. Terima kasih atas dukungannya. Unesa selalu satu langkah di depan,” katanya.
Sebagai informasi, Indonesia berada di peringkat ke-50 dunia setelah meraih total 14 medali. Keberhasilan ini dinilai sangat mengesankan dan memecahkan rekor prestasi. [ipl/ian]






