Surabaya (beritajatim.com) – Seorang bocah SD di Kota Surabaya ini patut mendapatkan apresiasi. Sebab, dirinya terus berupaya dan getol membudidayakan tanaman mint, demi menghijaukan Kota Surabaya.
Bocah itu adalah Muhammad Raka Nafi’ Fathonah, siswa kelas 5 SDN Rungkut Menanggal I, Surabaya. Raka, panggilannya itu, merupakan Calon Pangeran Lingkungan Hidup, dalam ajang Finalis Pangeran Putri Lingkungan Hidup 2022.
Anak pertama dari dua bersaudara tersebut kini tengah bersaing ketat dengan 62 peserta final se-Surabaya. “Tanaman mint merupakan tanaman langka asli Eropa yang suka dimanfaatkan sebagai sayuran spaghetti. Kalau di Indonesia dibuat sebagai sayur bening,” kata Raka saat ditemui di Perumahan Gunung Anyar, Sabtu (3/9/2022).
Raka yang ternyata juga seorang Hafiz Al Quran ini mengungkapkan, bahwa tanaman tersebut mudah tumbuh, dan memiliki kaya manfaat. Di samping itu bisa menambah penghasilan sampingan bagi masyarakat. “Tanaman mint termasuk kategori tanaman obat keluarga. Untuk proses penanaman cukup lewat stek batang. Sampai tumbuh akar 1 minggu, setelah itu dipindah ke tanah,” jelasnya.
[berita-terkait number=”2″ tag=”lingkungan”]
Bagi Raka, budidaya tanaman mint dijadikan wadah untuk mempraktekan Ilmu Sains yang diperoleh di sekolahnya. Menurutnya, lewat ilmu tersebut, dirinya menghafalkan berbagai jenis tanaman dan nama latin dari tanaman itu. “Ciri-ciri tanaman yang sudah siap dipetik itu permukaan daunnya lebar dan memiliki aroma yang kuat. Lalu tanamannya itu tinggi sekali,” katanya.
Dari tanaman itu, Raka kemudian mengolahnya menjadi beberapa produk. Mulai dari Detox Mint Drink, Dry Mint Tea, dan Agar Agar Mint. Raka mengaku tidak kesulitan dalam membuat karya tersebut. “Produk pertama itu Agar Agar Mint sama Detox Mint Drink. Kemudian yang terbaru Dry Mint Tea dari Daun Mint yang dikeringkan,” katanya.
“Produk produknya bisa laku 500 botol Detox Mint Drink, 300 cup Agar Agar Mint, dan 100 cup Dry Mint Tea. Bahkan di SMPN 19 menjadi best seller,” imbuhnya.
Raka juga menyebut, tiga inovasi olahan Daun Mint itu pernah diborong oleh Dirut PDAM, Arief Wisnu Cahyono,dan Wakil DPRD Kota Surabaya Reni Astuti. Meski begitu dirinya terus mensosialisasikan produknya ke sejumlah dinas. “Saya harap produk saya bisa diterima oleh seluruh masyarakat, agar mengajak bersama sama mengurangi dampak pemanasan global,” pungkasnya. [ipl/suf]







