Surabaya (beritajatim.com) – Kamu pernah melihat seseorang kerap menimbun barang-barang yang sebenarnya tidak perlu? atau mungkin itu justru yang selama ini kamu lakukan?
Jika demikian, bisa jadi seseorang sedang mengalami Hoarding Disorder. Pada hal ini, seseorang merasa kesulitan untuk berpisah atau membuang suatu barang. Bahkan, meski sebenarnya barang tersebut tidak memiliki fungsi.
Menurut penelitian, 2 dari 6 orang di dunia mengalami gangguan ini dan kebanyakan dialami oleh para kaum laki-laki.
Orang-orang yang mengalami hoarding disorder biasanya menganggap barang-barang tersebut akan berguna suatu saat nanti. Tak ayal jika mereka tetap menyimpannya, meski dalam kurun waktu cukup lama.
Ciri-ciri lain orang dengan gangguan seperti ini biasanya mudah marah jika ada seseorang yang menyentuh barangnya. Bahkan mereka kerap merasa resah ketika harus membersihkan atau membuang sampah.
Dalam kasus yang lebih parah, mereka yang mengalami gangguan ini akan cenderung mengisolasi diri dari lingkungan sosialnya. Bisa jadi karena dirinya takut akan anggapan negatif dari orang lain.
Sebenarnya ada beberapa cara untuk mengatasi hal serupa. Beberapa di antaranya yakni dengan menerapkan hidup minimalism atau zeroweste, belajar memilah mana barang yang memang perlu disimpan dan dibuang, hingga menyadari dampak yang ditimbulkan.
Kebiasaan tersebut kemudian didukung dengan belajar menahan dorongan menimbun lebih banyak barang. Karena akan sia-sia jika banyak barang yang sudah dipilah untuk dibuang, namun masih banyak barang yang ingin dibeli atau dikumpulkan.
Meski menerapkan kebiasaan seperti ini tidaklah mudah bagi orang dengan gangguan hoarding disorder, namun setidaknya hal tersebut bisa diterapkan secara bertahap. (Fyi/ian)






