Jember (beritajatim.com) – Seekor kera liar berekor panjang warna abu-abu menyerang tiga orang warga di Dusun Sanggar, Desa Subo, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ia juga mengigit pantat seorang anak kecil.
Misnatun, warga setempat, mengatakan ada tiga warga yang digigit masing-masing pada bagian tangan, kaki, dan pantat. Kera itu masuk ke rumah warga tiba-tiba. “Kami resah. Minta tolong ini. Kok cuma Subo. Yang lain tidak,” katanya, Selasa (18/7/2023).
Teror kera ini sudah memasuki hari ketiga. “Monyet itu langsung masuk ke dalam rumah. Kami tidak tahu. Kalau ada begitu kan biasanya ada perburuan liar. Setahu kami di sini tidak ada. Kok tiba-tiba monyet itu langsung ke rumah warga. Ini bikin resah,” kata Kepala Desa Subo Fitriatun Nafilah.
Fitriatun menduga kera itu liar. “Kalau ia butuh makan kan seharusnya makanan yang diambil. Tapi ini langsung ke warga, bukan merusak tanaman,” katanya.
Sementara itu, Bagus Suseno, Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam, mengatakan, ada beberapa penyebab munculnya persoalan. “Satu, ada warga yang memiliki satwa di sekitar lokasi. Kedua, mungkin ada lepasan dari masyarakat. Mungkin waktu masih kecil kera itu dipelihara, waktu sudah besar dilepaskan,” katanya.
“Faktor lainnya bisa juga karena keterbatasan makanan dan rumahnya rusak. Habitat yang ditinggali rusak. Itu bisa juga seperti itu,” kata Bagus.
BKSDA berupaya menangkap kera itu dengan memberi umpan berupa makanan dalam kandang. “Siapa tahu bisa ditangkap,” kata Bagus.
Petugas BKSDA akan melakukan upaya represif jika upaya tersebut gagal. “Kalau memang sudah tidak bisa dan membahayakan masyarakat, kami upayakan penembakan, bekerja sama dengan kepolisian dan Kodim,” kata Bagus.
BKSDA sering menerima pengaduan soal serangan kera ini. “Tapi karena monyet itu berpindah-pindah, ya susah untuk dievakuasi,” kata Bagus. [wir]






