Paris (beritajatim.com) – Fokus utama timnas Prancis saat ini memang lolos dari kualifikasi Piala Dunia. Tetap, konsentrasi mereka terpecah sejak kemarin. Itu dipicu rumor yang beredar bahwa Zinedine Zidane bakal menggantikan Didier Deschamps pasca Piala Dunia tahun depan.
“Kita semua tahu siapa dia (entraineur baru Prancis, Red). Aku mendoakan yang terbaik baginya,” ujar mantan striker Prancis Thierry Henry dilansir beIN Sports.
Meski belum resmi, Zizou–sapaan Zidane–disebut telah sepakat dengan FFF (PSSI-nya Prancis) untuk menggantikan Deschamps. Kontrak Didi–sapaan Deschamps–memang berakhir per 1 Agustus 2026.
Zidane juga telah menyiapkan satu keputusan krusial untuk mengawali masa baktinya kepada Les Bleus. Yakni, memberi kesempatan lebih banyak terhadap pemain muda.
Nama-nama seperti Desire Doue, Warren Zaire-Emery, Eduardo Camavinga, dan Rayan Cherki bakal jadi tulang punggung Prancis di era Zidane. Nama lain yang berpotensi besar jadi andalan Zidane adalah Hugo Ekitike. Dia telah mencetak 3 gol dari 4 laga bersama Liverpool FC musim ini. Striker 23 tahun itu juga bisa jadi solusi kekosongan striker murni Prancis selepas Olivier Giroud yang pensiun tahun lalu.
Mengorbitkan dan memercayai pemain muda sudah jadi “tradisi” Zidane. Dia pernah melatih Real Madrid Castilla pada 2014-2016. Ketika dipromosikan ke tim utama, Zidane juga cukup sering memberi kesempatan pemain muda untuk debut.
Sebut saja Martin Odegaard, Achraf Hakimi, Rodrygo Goes, Eder Militao, Theo Hernandez, Marco Asensio, dan Marcos Llorente. Meski tidak semuanya bertahan di Real saat ini, tetapi mereka memiliki kesamaan. Ya, semuanya jadi pilar penting klub masing-masing.
Dalam sembilan tahun karier kepelatihan profesional, Zidane baru melatih Real dalam dua periode. 2016-2018 dan 2019-2021. Dalam waktu relatif singkat itu, Zidane mengoleksi sebelas gelar. Yang paling fenomenal tentu saja hat-trick Liga Champions 2016-2018.
“Tidak ada yang akan menolaknya (jika Zidane melatih Prancis, Red). Dia satu-satunya dalam sejarah persepakbolaan Prancis yang berhak (jadi entraineur Prancis selanjutnya, Red)” papar kapten Prancis Kylian Mbappe. (dio)






