Surabaya (beritajatim.com) – Untag Surabaya mengukuhkan sebanyak 1.044 wisudawan dalam prosesi wisuda ke-126 pada Sabtu (25/2/2023). Ke depan, para lulusan tersebut diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur, Prof Dyah Sawitri mengatakan bahwa dirinya selalu menekankan kepada setiap lulusan agar tidak bermimpi menjadi seorang pegawai.
“Jangan pernah bermimpi jadi pegawai, mimpilah jadi pencetak kerja, bukan pencari kerja. Karena itu sangat mempunyai multiplayer efect yang sangat luar biasa untuk keluarga, masyarakat, bangsa dan negara,” ujar Prof Dyah.
[berita-terkait number=”3″ tag=”untag-surabaya”]
Ia pun mencontohkan, salah satu bidang yang dapat dijadikan peluang usaha adalah kesehatan. Menurutnya, kesehatan memiliki ilmu yang luar biasa. Apalagi, saat ini juga terbantu dengan semakin berkembangnya teknologi.
“Kesehatan itu ilmunya luar biasa, buka 24 jam tanpa modal bisa hanya dengan teknologi yang dimiliki, dia bisa melakukan pekerjaan. Itu kan bukan mencari, tapi mencetak kerja. Satu, dua orang pegawai, tiga orang menjadi sepuluh orang dan seterusnya, jadilah rumah sakit,” tuturnya.
Prof Dyah optimistis, jika para lulusan Untag Surabaya mampu menciptakan lapangan pekerjaan, maka Indonesia di tahun 2045 mendatang dapat mewujudkan Indonesia Emas.
“Enterpreneur itu diciptakan bukan dilahirkan. Memang lahir itu ada, tapi kalau kita bentuk mereka jadi seorang enterpreneur yang sukses, setelah itu dia berusaha dengan sainsnya yang dimiliki, maka kita yakin Indonesia akan menjadi Indonesia emas di 2045,” tandasnya. [ipl/ted]






