Magetan (beritajatim.com) – Usai merayakan Lebaran, banyak masyarakat mengalami perubahan pola hidup, khususnya dalam hal konsumsi makanan dan aktivitas fisik. Menyikapi kondisi ini, Kepala UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan, dr. Budi Setyanugraha, menyampaikan sejumlah tips untuk menjaga kesehatan tubuh pasca Idulfitri.
Lebaran memang menjadi momen penuh kebahagiaan dan silaturahmi, namun di sisi lain, konsumsi makanan tinggi kalori seperti yang mengandung banyak gula, lemak, dan garam dapat memicu berbagai penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes, hingga gangguan jantung.
“Usai Lebaran, kami mengimbau masyarakat agar segera kembali pada pola hidup sehat. Banyaknya makanan tinggi kalori saat hari raya bisa memicu lonjakan tekanan darah, gula darah, hingga kolesterol. Hal ini harus diantisipasi sedini mungkin,” kata dr. Budi saat mengudara di RRI Madiun, Senin (14/4/2025).
Ia menekankan pentingnya menjaga pola makan yang sehat sebagai langkah awal dalam mengembalikan keseimbangan tubuh. Menghindari makanan berlemak, gorengan, dan minuman manis menjadi prioritas dalam beberapa pekan setelah Lebaran.
“Perbanyak konsumsi sayur, buah, serta air putih. Hindari makanan olahan dan gorengan, dan usahakan makan dengan porsi kecil tapi sering. Ini akan membantu sistem metabolisme tubuh kembali normal,” imbuhnya.
Lebih lanjut, dr. Budi juga menyarankan agar masyarakat mulai kembali beraktivitas fisik secara rutin. Olahraga ringan seperti jalan kaki, bersepeda, atau senam minimal 30 menit setiap hari dinilai cukup untuk menjaga kebugaran tubuh.
“Setelah libur panjang, jangan langsung kembali ke rutinitas tanpa persiapan fisik. Mulailah dengan aktivitas ringan agar tubuh tidak kaget dan tetap bugar,” ujarnya.
Selain menjaga pola makan dan berolahraga, masyarakat juga diimbau untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Hal ini penting dilakukan khususnya bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit kronis.
“Bagi yang memiliki riwayat penyakit seperti hipertensi, gula darah tinggi, atau kolesterol, sebaiknya lakukan pemeriksaan ulang ke fasilitas kesehatan. Jangan menunggu gejala muncul baru berobat, karena banyak PTM itu sifatnya diam-diam,” jelasnya.
Dr. Budi turut menekankan pentingnya dukungan keluarga dalam menjalani gaya hidup sehat. Kesadaran bersama dalam keluarga akan mempermudah konsistensi menjalani kebiasaan sehat sehari-hari.
“Kalau semua anggota keluarga saling mengingatkan, tentu lebih mudah untuk konsisten menjalani hidup sehat. Tidak perlu ekstrem, yang penting berkelanjutan,” tutup dr. Budi.
Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan melalui Labkesda juga membuka layanan pemeriksaan kesehatan dasar untuk masyarakat yang ingin memantau kondisi tubuhnya pasca Lebaran. Momentum setelah hari raya ini diharapkan menjadi awal yang baik dalam menerapkan pola hidup sehat yang berkelanjutan di seluruh lapisan masyarakat. [fiq/beq]






