Jayapura (beritajatim.com) – Langkah Menteri Sosial Tri Rismaharini memberikan bantuan 4 (empat) unit kendaraan kedaruratan kepada lembaga keagamaan di Jayapura Papua mendapat pujian dan apresiasi dari Kepala Keuskupan Jayapura Monsinyur Yanuarius Theofilus Matopai You.
Menurut Yanuar, kita (Rakyat,Red) membutuhkan figur seperti Bu Risma. “Kami sangat-sangat bersuka cita. Bu Risma menghadirkan suka cita, Kami sangat bergembira dan berterima kasih karena bantuan ini menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Tidak melalui prosedur yang berliku-liku, Bu Menteri Sosial langsung turun ke Papua,” ujar Yanuar, Selasa (6/2/2024).
Yanuari mengatakan, bantuan kendaraan kedaruratan Kemensos juga dapat langsung digunakan oleh masyarakat. Adanya kendaraan kedaruratan ini dapat mempersingkat waktu dan mempermudah pendistribusian bantuan logistik.
“Masyarakat tidak perlu lagi berjalan kaki selama 2-3 hari untuk mendapatkan bantuan logistic. Kita butuh figur seperti Bu Risma. Turun langsung,” ujar Yanuar.
Kepala Keuskupan yang baru ditasbihkan tanggal; 2 Febaruari 2024 lalu itu juga memuji penyediaan langkah Risma yang menyediakan bantuan sosial disesuaikan dengan permintaan dan kebutuhan masyarakat.
“Ini karena Bu Risma merasakan langsung suka dan duka masyarakat karena itu mampu memberikan bantuan yang menyentuh masyarakat. Sesuai dengan permintaan dan kebutuhan masyarakat,” puji Yanuar.
Pada bagian lain, Risna menjelaskan lumbung sosial telah dibangun di beberapa titik termasuk gereja-gereja di daerah pegunungan yang lokasinya rawan bencana, agar bisa mempercepat pendistribusian bantuan jika terjadi bencana.
“Kenapa kami serahkan bantuan lewat gereja, karena gereja sangat dekat dengan perumahan masyarakat dan buffer stocknya kami titipkan di gereja, agar bantuan logistik dapat tersalur sangat cepat ke masyarakat,” kata Risma.
Saat ini, berbagai barang sudah tersedia di lumbung-lumbung sosial, sehingga ketika suatu saat terjadi bencana, kebutuhan logistik tidak perlu dikirim dari Jayapura ataupun dari Jakarta. Bantuan kendaraan senilai Rp2,23 miliar ini bersumber dari da dana hibah untuk penanganan kedaruratan secara langsung.
Risma mengatakan, bantuan yang diserahkan disesuaikan dengan permintaan dan kebutuhan masyarakat di setiap daerah. Barang yang disediakan juga sesuai dengan kebutuhan dan kebiasaan pangan masyarakat, sehingga bermanfaat bagi masyarakat di setiap lokasi. (ted)






