Jember (beritajatim.com) – Tak mudah bagi Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, untuk mencari maskapai yang mau membuka rute penerbangan dengan destinasi Bandara Notohadinegoro. Namun sejumlah maskapai menolak masuk ke Jember.
Kepala Dinas Perhubungan Jember Agus Wijaya mengatakan, banyak permintaan kepada pemerintah daerah agar membuka rute penerbangan Jember-Surabaya, Jember-Denpasar, dan Jember-Yogyakarta. “Banyak yang minta kepada kami. Tapi kami ada keterbatasan: semua maskapai tidak mau dan tidak bisa ke Jember. Kenapa dan ada apa? Itu sudah di luar kemampuan kita,” katanya, ditulis Selasa (14/3/2023).
Padahal, Pemkab Jember sudah bekerja keras dan proaktif mendekati semua maskapai. “Bersama Bapak Bupati kami ke Jakarta menemui Wings, Citilink, dan bahkan menemui presiden direktur sampai direktur utama Wings,” kata Agus.
[berita-terkait number=”5″ tag=”bandara-notohadinegoro”]
Rangkaian pertemuan tersebut tak menghasilkan kesepakatan apapun. “Mereka meminta beberapa persyaratan yang tidak bisa kami penuhi,” kata Agus.
Di tengah kegagalan melobi maskapai penerbangan, PT Amaya Alam Semesta menawarkan diri untuk membuka rute penerbangan Jember-Surabaya dan Surabaya-Jember dengan menggunakan pesawat Cessna. “Satu-satunya investor yang mau adalah dari PT Amaya. Kami menerima tawaran kerja sama,” kata Agus.
Rapat pertama digelar di kantor Dishub Jember pada 24 November 2022. “Saya berkonsultasi apa yang harus dikerjakan dan siapa mengerjakan apa. Salah satunya harus ada permintaan penawaran dari investor kepada bupati dan sebagainya,” kata Agus.
Pesawat PT Amaya pun resmi beroperasi pada 22 Desember 2022. Disusul kemudian Susi Air yang membuka rute penerbangan Jember-Sumenep dan Sumenep-Jember pada 10 Januari 2023 dengan dibiayai pemerintah pusat. Harga tiketnya sangat murah: Rp 242 ribu per kursi dari Jember ke Sumenep dan Rp 247 ribu dari Sumenep ke Jember.
Pemkab Jember sebenarnya sudah pernah meminta jatah penerbangan Jember-Sumenep dan Sumenep-Jember kepada pemerintah pusat. Namun pemerintah pusat menolaknya, karena Jember bukan termasuk daerah 3 T, yakni terdepan, terluar, dan tertinggal. “Maka yang diberi hanya Sumenep. Tapi saya berpikir, yang penting di Jember ada pesawat,” kata Agus.
Susi Air ternyata juga berminat membuka rute penerbangan Jember-Surabaya dan Surabaya-Jember dengan harga tiket yang hampir sama dengan PT Amaya, yakni Rp 1,25 juta. ‘Tapi itu masih dalam taraf negosiasi. Belum ada titik terang. Ini pesawat kecil yang harus didoping dengan subsidi silang dari tiket penumpang,” kata Agus. [wir/kun]
![Kepala Dishub: Maskapai Penerbangan Tidak Mau Masuk Jember Bandara Notohadinegoro [foto: jemberkab.go.id]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2021/02/Bandara-jember-notohadinegoro-jemberkab-goid-1024x606.jpg)





