Ngawi (beritajatim.com) – Siswito (52) lemas saat memasuki instalasi Forensik dan Medikolegal RSUD dr Soeroto Ngawi. Pria warga Kelurahan/Kecamatan Maospati Magetan itu menangis tersedu saat melihat jenazah putranya, Ramadhan (23) yang seorang kenek truk paket.
“Ya Allah, Anakku, Ya Allah,” kata pria yang bekerja sebagai sopir truk itu saat melihat kondisi jenazah putra sulungnya tersebut sembari menangis histeris.
Siswito mendapatkan kabar jika putranya meninggal dalam kecelakaan yang terjadi di Jalan Tol Ngawi-Solo KM 550 B, masuk Desa Sambirejo Kecamatan Mantingan Kabupaten Ngawi pada Sabtu (17/6/2023) pukul 10.30 WIB.
Dia hendak pulang ke Maospati usai merampungkan pekerjaan mengantar barang ke daerah Jawa Tengah. Sampai di kawasan Mantingan, lewat jalur arteri, dia mendapatkan kabar duka itu. Dia pun langsung menuju RSUD dr Soeroto Ngawi.

Siswito tak menyangka putra sulungnya itu sudah tiada. Ramadhan merupakan seorang kenek truk paket. Saat kejadian, truk yang ditumpanginya dikemudikan oleh Moh Ridho Teguh Ariyanto (18) warga Pare, Kediri, Jawa Timur.
Ridho tak kuasa menahan kantuk saat hendak mengantar paket ke kawasan Jawa Tengah. Sampai di lokasi kejadian, dia tak menyangka jika di depannya ada truk Fuso muatan kayu yang dikemudikan Bagas Putro Prayogi (26) warga Pare, Kediri.
Ridho yang berusaha menghindar pun gagal, hingga bagian kiri truknya menabrak bagian belakang truk Fuso hingga mengakibatkan Ramadhan meninggal. Pun, kedua kendaraan sempat terperosok ke pinggir jalan tol. “Saya ngantuk. Sebenarnya sudah berusaha menghindar ke kanan tapi kiri depan tetap menabrak truk depan. Saya sopirnya, kenek saya meninggal di lokasi,” kata Ridho.
Kedua kendaraan sudah dievakuasi ke Kantor Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi. Sementara, jenazah Ramadhan bakal dibawa pulang ke rumah duka di Maospati, Magetan. [fiq/kun]






