Sidoarjo (beritajatim.com) – PT Pertamina Gas (Pertagas) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan meluncurkan program inovatif bernama Kencana Si Udin. Program ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan bencana sejak dini pada anak-anak usia sekolah dasar.
Dalam kegiatan yang berlangsung di SDN Ganggang Panjang, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, ratusan siswa antusias mengikuti berbagai rangkaian pelatihan yang dirancang khusus untuk mereka. Melalui permainan, simulasi, dan materi yang mudah dipahami.
Bekerja sama dengan Starside Edu, komunitas relawan edukasi kebencanaan yang berbasis di Surabaya, program ini dirancang untuk memperkenalkan konsep mitigasi bencana kepada anak-anak usia 10-12 tahun. Sebanyak 50 siswa dari SDN Ganggang Panjang kelas 4, 5, dan 6 ikut serta dalam pelatihan yang interaktif dan menyenangkan ini.
Kegiatan pelatihan ini dibagi dalam lima pos dengan materi kebencanaan yang berbeda di setiap posnya, antara lain Pos Tas Darurat, Pos Putar Otak, Pos Tata Ruang Aman, Pos Siaga Gempa, dan Pos Kebakaran.
Melalui berbagai simulasi, anak-anak diajarkan cara menyusun tas darurat, mengenal benda-benda di sekitar yang bisa digunakan dalam situasi darurat, serta bagaimana melindungi diri saat terjadi gempa atau kebakaran.
Dalam pelatihan ini, Tim HSSE Pertagas OEJA juga memberikan edukasi mengenai penggunaan mobil pemadam kebakaran serta simulasi pemadaman api menggunakan apar. Anak-anak terlihat antusias saat mencoba alat pemadam sederhana dan belajar teknik dasar penyelamatan diri dalam kebakaran.
Yedo Kurniawan, Head of External Relation Operation East Region Pertamina Gas, menegaskan pentingnya edukasi mitigasi bencana sejak dini.
“Program Kencana Si Udin merupakan bagian dari komitmen Pertagas untuk mendukung kesiapsiagaan masyarakat, terutama generasi muda, dalam menghadapi bencana alam. Kami berharap melalui kegiatan ini, anak-anak dapat lebih siap dan tanggap dalam situasi darurat,” ujar Yedo.
Yedo juga menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan upaya Pertagas dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
“Melalui program CSR, kami ingin memastikan bahwa edukasi mitigasi bencana menjadi bagian dari pengembangan masyarakat yang tanggap terhadap ancaman bencana alam, terutama di wilayah-wilayah yang rentan,” tambahnya.
Dengan terselenggaranya program Kencana Si Udin, Pertagas berharap dapat meningkatkan kesadaran dan kesiapan generasi muda dalam menghadapi bencana, menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tanggap bencana, serta mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) disektor pendidikan dan kesehatan.[rea/aje]






