Surabaya (beritajatim.com)-Panggil Aku Ayah merupakan film keluarga yang hangat, menyentuh, dan berkaitan dengan kehidupan sehari-hari yang hadir sebagai angin segar di tengah dominasi film aksi dan horor di layar bioskop.
Film adaptasi Korea berjudul Pawn (2020) sukses mengaduk emosi penonton melalui cerita tentang keluarga yang dibentuk oleh kasih sayang dan kebersamaan daripada darah.
Bukan Sekedar Film Adaptasi
Film Panggil Aku Ayah merupakan adaptasi dari film Korea yang berjudul Pawn (2020). Film Pawn sendiri menggambarkan arti keluarga.
Meski mereka tidak mempunyai ikatan darah terkadang makna keluarga didapat dari orang-orang yang tidak pernah terpikirkan. Film Pawn secara garis besar menceritakan bermula ketika Myung-ja memiliki hutang kepada dua penagih utang, Doo-seok dan Jong-bae. Myung-ja tidak bisa membayar hutang, bunga, atau memberi jaminan, karena masalah keuangan.
Doo-seok kemudian mengambil Seung-yi sebagai jaminan, karena ia percaya bahwa seseorang ibu akan melakukan semua yang mungkin untuk menyelamatkan anaknya.
Meskipun dibuat berdasarkan film Korea, versi Indonesia yang dibuat oleh Visinema Studios terasa sangat asli dan asli. Film ini tetap setia pada esensi cerita aslinya, bahwa keluarga bisa hadir dari orang-orang tak terduga, bahkan dalam situasi yang sulit. Ini dilakukan dengan gaya khas Indonesia, termasuk dialog, budaya, dan latar tempat.
Film Panggil Aku Ayah garapan Visinema Studio mengisahkan Intan, Mang Dedi, dan Mang Tatang. Dalam trailer resminya, Dedi diperankan oleh Ringgo Agus Rahman dan Tatang diperankan oleh Boris Bokir harus mengasuh Intan diperankan oleh Myesha Lin, sedangkan Intan dewasa diperankan oleh Tissa Biani.
Sebelum ditinggal menjadi buruh paksa, Intan hanya menjadi jaminan hutang ibunya, Rossa (Sita Nursanti). Sebuah hubungan yang dulunya kaku berubah menjadi hangat, penuh dengan dinamika yang menggembirakan dan penuh rasa.
Dikutip melansir berbagai sumber film Panggil Aku Ayah merupakan film genre komedi tentang keluarga. Produser film dan Chief Content Officer Visinema Studios Anggia Kharisma menyatakan, “Film ini mengajak kita merenungkan kembali arti sebuah rumah dan keluarga bahwa kasih sayang tidak selalu lahir dari ikatan darah, melainkan dari empati, kehadiran, kepedulian, dan ketulusan cinta.”
Pesan Moral yang Kuat untuk Semua Usia
Panggil Aku Ayah menyatukan berbagai generasi, sehingga ceritanya dapat dinikmati oleh orang tua hingga anak-anak. Selain itu, film ini mendorong empati dan membuka diskusi tentang keluarga, pengasuhan, dan cinta tanpa syarat yang tidak selalu berasal dari hubungan darah. Akting Ringgo Agus Rahman dan Boris Bokir memberikan humor yang segar dan aman, sehingga tetap seru dinikmati bersama siapa pun. Film ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menyimpan moment-momen introspeksi yang mengingatkan kita bahwa kasih sayang dan kehadiran jauh lebih penting daripada ikatan biologis.
Kenapa Wajib Menonton Film Ini?
Panggil Aku Ayah merupakan pelukan hangat untuk hati yang pernah ditinggalkan. Film ini menyentuh tanpa paksa, lucu tanpa terlalu berlebihan, dan relevan tanpa terasa berlebihan. Sangat cocok untuk mereka yang ingin menonton film keluarga yang bermakna tetapi tetap santai.
Film ini adalah pilihan yang bagus jika Anda ingin menontonnya sendiri atau dengan orang yang Anda sayangi. Berhati-hatilah dengan cerita Dedi, Tatang, dan Intan, dan biarkan hati Anda tumbuh bersama mereka. [Imelda Faizza Indriani]






