Surabaya (beritajatim.com) – Setiap orang tentu mendambakan hubungan yang sehat, pasangan yang bisa saling mendukung dan penuh keharmonisan. Untuk mewujudkan hal ini, maka diperlukan kerja sama kedua belah pihak. Tidak bisa anya memberatkan salah satu pihak.
Pertengkaran dalam hubungan tentu sangat biasa, menjadi tidak wajar apabila konflik tersebut membuat salah satu merasa terancam dan tertekan. Namun ia tidak bisa melakukan apa-apa dan terus berpikir bahwa setiap pasangan akan melalui itu.
Keadaan ini bisa disebut dengan toxic relationship, atau disebut pula dengan hubungan beracun. Di mana hubungan ini mampu merusak salah satu atau keduanya. Hubungan ini dapat dikenali dari tindakan buruk yang dilakukan salah satu pihak kepada pasangannya.
Tidak hanya secara verbal dengan kata-kata yang menyakiti, namun juga bisa merusak secara fisik. Seseorang yang berada dalam hubungan ini akan hancur dari segi emosional dan tentunya akan menguras energi.
Memiliki hubungan yang seperti itu akan sia-sia, sangat tidak adil ketika hanya salah satu yang merasa dominan sementara pasangannya tidak bisa merasakan nyaman. Padahal saat bersama kekasih, perasaan yang paling dicari adalah rasa nyaman
Berikut ini adalah tanda-tanda kalian sedang terjebak dalam toxic relationship.
Susah Berkomunikasi
Saat berada pada hubungan tidak sehat, komunikasi menjadi sangat sulit. Padahal untuk menyelesaikan suatu masalah, komunikasi adalah kuncinya. Daripada berkomunikasi dan membicarakan baik-baik, pasangan toxic meluapkan emosinya dengan rasa amarah dan perilaku kasar. Ini akan menyakiti pihak lainnya.
Posesif Berlebihan
Salah satu tanda lainnya adalah pasangan toxic ini terlalu mengatur. Bisa jadi hingga menjauhkan kekasihnya dari teman bahkan keluarga. Pasangan dalam hubungan ini akan susah dalam bergerak, ia tidak bisa mengembangkan atau melakukan apa yang ia inginkan. Lebih parahnya, ia tidak bisa memiliki pendirian sendiri karena pemikirannya sudah ditentukan oleh pasangannya.
Segala Sesuatu Menjadi Salah
Dalam hubungan ini, apapun yang dilakukan akan salah bagi pasangan toxic. Kesalahan tersebut akan menimbulkan emosi dan konflik lagi. Oleh karena itu, biasanya, perasaan korban menjadi selalu khawatir dan was-was sebab takut melakukan kesalahan lain. Hubungan yang diliputi rasa takut tentu tidak sehat.
Menyalahkan Diri Sendiri
Akibat dari selalu disalahkan, korban akan terus menyalahkan diri sendiri. Bahkan membenarkan perilaku pelaku yang terus menyalahkan dan menganggap hal itu biasa. Ini bisa menurunkan harga diri korban.
Setelah melihat ciri di atas, ada baiknya kalian telaah sendiri hubungan kalian. Apakah sudah berada pada hubungan sehat atau tidak? Dampak dari toxic relationship sendiri tidak bisa diremehkan, kesehatan mental korban akan memburuk. Korban akan diliputi perasaan trauma yang berkepanjangan sehingga ia tidak bisa merasakan bahagia. Segera sudahi apabila hubungan berpotensi untuk menjadi toxic relationship. [mnd/bjo]






