Surabaya (beritajatim.com) – Popcorn Lung atau paru-paru popcorn merupakan salah satu jenis penyakit yang diakibatkan oleh menyempitan bronkiolus. Hal ini bisa terjadi karena adanya luka pada saluran udara terkecil pada paru-paru tersebut.
Bronkiolus mempunyai peran yang sangat penting, yakni mengendalikan jumlah udara yang keluar masuk ketika seseorang bernafas. Tak ayal, jika penyakit dengan nama lain bronchiolitis obliterans ini cukup berbahaya.
Biasanya orang yang menderita popcorn lung, memiliki gejala seperti mengi, batuk kering, sesak napas, kelelahan parah, napas tidak teratur, hingga kemungkinan mengalami gangguan pada mata, kulit, hidung, atau mulut.
Untuk memastikan seseorang mengalami popcorn lung, biasanya dokter akan melakukan CT scan. Hal ini untuk melihat secara detail kondisi yang terjadi pada paru-paru. Selain itu, juga bisa dilakukan rontgen thorax atau X-ray yang berguna untuk melengkapi pemeriksaan.
Jika tidak segera diobati, maka paru-paru dapat mengalami kerusakan secara permanen. Namun, untuk mengatasi penyakit ini, harus diketahui terlebih dahulu apa yang menjadi penyebab utamanya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kesehatan”]
Jika disebabkan paparan zat kimia, maka penderita disarankan untuk menjauhi hal tersebut.
Selebihnya, dokter akan memberikan beberapa jenis obat yang dapat melawan peradangan, menghentikan infeksi pernafasan, dan juga memperlambat kekebalan tubuh untuk melindungi kerusakan paling parah.
Mungkin masih banyak yang bertanya-tanya, mengenai penamaan popcorn hingga kebenaran mengenai vaper yang dianggap rentan terkena penyakit ini.
Penamaan popcorn lung mungkin terdengar aneh, tapi hal ini tidak lepas dari penemuan pertama yang terjadi pada pekerja di sebuah pabrik popcorn. Penyakit ini diduga karena adanya bahan kimia bernama diacetyl yang terkandung dalam pembuatan makanan ringan nan manis ini.
Namun, selain itu pengguna rokok elektronik atau vape juga dianggap dapat berisiko mengalami popcorn lung. Lagi-lagi karena adanya zat kimia diacetyl yang terkandung di dalamnya. Tak ayal jika penggunaan vape yang terlalu sering dianggap dapat membahayakan kesehatan tubuh. (fyi/nap)






