Surabaya (beritajatim.com) – Siapa yang pernah mendengar istilah angin duduk? Banyak orang beranggapan bahwa angin duduk sedikit mirip dengan masuk angin. Namun, pada beberapa kasus kematian, banyak juga tersiar kabar bahwa seseorang tewas akibat angin duduk. Lalu sebenarnya apa sih angin duduk ini?
Angin duduk sendiri dalam bahasa medis disebut dengan angina pectoris. Penderita umumnya akan merasa nyeri pada bagian dada yang menjalar hingga ke leher dan bahu. Lebih lagi, rasa nyeri ini akan diikuti dengan rasa mual, kesulitan bernafas, pusing, hingga berkeringat. Gejala-gejala ini biasanya akan berlangsung selama 5 menit dan datang secara tiba-tiba. Serangan mendadak ini lah yang akan berakibat pada serangan jantung.
Penyakit apa pun pasti memiliki faktor penyebab, begitu pula dengan angin duduk yang masih banyak diremehkan masyarakat. Ada beberapa jenis angin duduk yang dibagi berdasarkan penyebabnya.
Angin stabil, di mana nyeri ini datang karena aktivitas fisik yang terlalu berat. Kegiatan tersebut tanpa disadari membuat jantung membutuhkan lebih banyak oksigen dari aliran darah. Tapi tidak akan tercukupi apabila terjadi penyumbatan atau penyempitan pembuluh koroner. Selain karena aktivitas, gaya hidup juga mempengaruhi, seperti merokok, stress, makan berlebihan, atau terpapar angina malam.
Angin tidak stabil, yang disebabkan oleh lemak yang menumpuk atau pembekuan darah sehingga menghalangi aliran darah menuju jantung. Nyeri dada akibat angina tidak stabil ini bisa berlangsung sedikit lebih lama, bahkan bisa sebabkan serangan jantung.
Angin varian, terjadi saat arteri jantung menyempit sementara yang diakibakan oleh kakunya pembuluh darah. Penyempitan ini membuat terhambatnya pasukan oksigen dari aliran darah ke jantung. Angin duduk jenis ini disebut juga dengan angina duduk prinzmetal yang bisa terjadi kapan saja, bahkan bisa menimpa orang yang beristirahat. Diperlukan obat-obatan untuk penanganan lebih lanjut.
Gejala angin duduk ringan bisa dihindari dengan merubah gaya hidup agar lebih sehat. Seperti menghindari merokok serta rutin berolahraga. Kurangi juga makan dengan kadar kolesterol yang tinggi. Sementara angin duduk dengan gejala yang parah bisa segera dilarikan ke rumah sakit. Meski terlihat seperti penyakit ringan, jangan remehkan angin duduk dan tetaplah menjaga kesehatan.(mnd/tur)






