Surabaya (beritajatim.com) – Manusia merupakan makhluk yang memiliki perasaan. Kita dapat merasakan senang, sedih, haru, kecewa bahkan cemas. Terkadang datangnya setiap rasa itu bisa terjadi kapan saja dan lebih banyak dipengaruhi keadaan luar.
Salah satu yang akan dibahas adalah perasaan cemas. Tidak berbeda jauh dengan perasaan lainnya, hal ini muncul sebagai respon terhadap suatu situasi.
Meskipun cemas bukanlah hal baik tapi sebaiknya jangan abaikan apalagi jika itu kecemasan yang berlebihan tanpa alasan. Besar kemungkinan keadaan ini merupakan tanda mengalami gangguan kecemasan sosial.
Secara umum, gangguan kecemasan sosial termasuk gangguan mental saat kita mengalami rasa cemas berlebihan ketika berada di tengah-tengah banyak orang. Namun, bukan hanya itu, ada beberapa ciri lainya yang perlu kita ketahui supaya dapat melakukan tindakan efektif untuk mengatasinya.
Seringkali, gangguan kecemasan sosial atau fobia sosial lebih banyak dialami anak-anak dalam masa pertumbuhan menjadi remaja atau umumnya wanita.
Adapun gangguan kecemasan sosial berasal dari perasaan takut yang terlalu dipikirkan, perkataan atau pendapat orang lain yang menyakitkan atau pengalaman mempermalukan diri sendiri di depan umum.
Kemudian untuk ciri alami para pengidap gangguan kecemasan sosial adalah ketika sedang menjalani aktivitas sehari-hari muncul rasa cemas dan gugup yang berlebihan. Dampaknya akan mengganggu kegiatan yang sedang berlangsung.
Lalu, saat berkomunikasi dengan lawan bicara, mereka tidak dapat bertatap mata. Berdiam diri dan bersembunyi untuk menghindari orang lain menyadari kehadiran pengidap gangguan kecemasan sosial.
Tipe pengidap gangguan ini memiliki perasaan selalu membutuhkan teman untuk menemaninya. Jika hal ini terjadi pada anak-anak, maka kita akan merasa sulit untuk mengajak ke tempat ramai.
[berita-terkait number=”3″ tag=”hubungan”]
Untuk gejala fisik dari gangguan pada psikologi adalah wajah yang berubah menjadi merah, napas menjadi lebih pendek, sakit perut, mual, mengalami gemetar saat berhadapan dengan orang banyak, jantung berdetak kencang bahkan mengalami rasa sesak pada dada, berkeringat berlebihan dan pusing.
Kita perlu mengetahui perbedaan gangguan kecemasan sosial dan pemalu. Pengidap gangguan kecemasan sosial berdampak pada hambatan dalam hubungan sosial.
Kemudian, terkadang merasa tidak berdaya, kesepian, dan terasingkan. Hal dengan seseorang yang memiliki sifat pemalu. Hanya karena sifat pemalu tidak menghambat kehidupan sosialisasi. (PRD/ian)






